Ahmad Syaifullah
Sekolah Tinggi Agama Islam Jarinabi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKULTURASI BUDAYA ISLAM DAN TRADISI LOKAL DALAM SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA Adi Susanto; Ahmad Syaifullah
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5197

Abstract

Akulturasi budaya Islam dengan tradisi lokal merupakan fenomena penting dalam sejarah perkembangan masyarakat Indonesia. Proses ini tidak hanya mencerminkan interaksi antara ajaran Islam dengan budaya setempat, tetapi juga menunjukkan kemampuan masyarakat dalam mengadaptasi nilai-nilai baru tanpa menghilangkan identitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk akulturasi, faktor yang mempengaruhi, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi terjadi melalui berbagai media seperti seni, adat istiadat, pendidikan, dan dakwah para ulama. Pengaruhnya dapat diamati melalui munculnya tradisi keagamaan yang memiliki ciri khas tersendiri, seperti tahlilan, sekaten, dan peringatan Maulid Nabi, yang mencerminkan hasil perpaduan antara ajaran Islam dengan budaya lokal. Proses akulturasi tersebut berkontribusi besar dalam membentuk identitas keislaman di Indonesia yang bersifat moderat dan menjunjung tinggi toleransi. The acculturation of Islamic culture with local traditions is an important phenomenon in the historical development of Indonesian society. This process reflects not only the interaction between Islamic teachings and local cultures but also the community's ability to adapt new values without losing their local identity. This study aims to analyze the forms of acculturation, influencing factors, and their impact on the social, cultural, and religious life of Indonesian society. The research applies a library research method with both historical and qualitative perspectives. The results show that acculturation occurs through various media such as art, customs, education, and the preaching of Islamic scholars. Its impact can be seen in unique religious traditions such as tahlilan, sekaten, and maulid celebrations, which are a blend of Islamic values and local culture. This acculturation plays a significant role in strengthening a moderate and tolerant Islamic identity in Indonesia.
INTEGRASI BUDAYA LOKAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM KAJIAN HISTORIS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Sutopo Sugiarto; Ahmad Syaifullah
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5198

Abstract

Integrasi budaya lokal dalam pendidikan Islam merupakan elemen pokok dalam perkembangan sejarah Islam di Nusantara. Proses ini mencerminkan kemampuan ajaran Islam untuk beradaptasi ketika berhadapan dengan beragam konteks budaya di berbagai daerah. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis pola integrasi budaya lokal secara historis serta implikasinya terhadap manajemen pendidikan Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, data dikumpulkan dari beberapa sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen sejarah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebuah integrasi terjadi lewat proses akulturasi yang harmonis, di mana nilai-nilai budaya lokal yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam tetap dipertahankan dan diintegrasikan ke dalam praktik pendidikan. Integrasi ini tampak dalam perancangan kurikulum, penggunaan metode pembelajaran kontekstual, serta pengembangan tradisi keagamaan yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat. Pendekatan ini juga meningkatkan relevansi dan penerimaan pendidikan Islam di tengah masyarakat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan perlu memprioritaskan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap budaya, memperkuat kompetensi guru dalam pembelajaran kontekstual, serta merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap keberagaman budaya. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat tetap dinamis, inklusif, dan relevan secara sosial. The integration of local culture into Islamic education is a fundamental element in the historical development of Islam in the Indonesian archipelago. This process reflects the ability of Islamic teachings to adapt to diverse cultural contexts across regions. This study aims to analyze historical patterns of local cultural integration and their implications for Islamic education management. Using qualitative methods through literature review, data were collected from several scholarly sources, such as books, journal articles, and historical documents relevant to the research topic. The results demonstrate that integration occurs through a harmonious acculturation process, where local cultural values ​​aligned with Islamic principles are maintained and integrated into educational practices. This integration is evident in curriculum design, the use of contextual learning methods, and the development of religious traditions that align with the character of the local community. This approach also increases the relevance and acceptance of Islamic education within the community. The implications of this study suggest that educational management needs to prioritize the development of a culturally responsive curriculum, strengthen teacher competency in contextual learning, and formulate policies that adapt to cultural diversity. In this way, Islamic education can remain dynamic, inclusive, and socially relevant.