Integrasi budaya lokal dalam pendidikan Islam merupakan elemen pokok dalam perkembangan sejarah Islam di Nusantara. Proses ini mencerminkan kemampuan ajaran Islam untuk beradaptasi ketika berhadapan dengan beragam konteks budaya di berbagai daerah. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis pola integrasi budaya lokal secara historis serta implikasinya terhadap manajemen pendidikan Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, data dikumpulkan dari beberapa sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen sejarah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebuah integrasi terjadi lewat proses akulturasi yang harmonis, di mana nilai-nilai budaya lokal yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam tetap dipertahankan dan diintegrasikan ke dalam praktik pendidikan. Integrasi ini tampak dalam perancangan kurikulum, penggunaan metode pembelajaran kontekstual, serta pengembangan tradisi keagamaan yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat. Pendekatan ini juga meningkatkan relevansi dan penerimaan pendidikan Islam di tengah masyarakat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan perlu memprioritaskan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap budaya, memperkuat kompetensi guru dalam pembelajaran kontekstual, serta merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap keberagaman budaya. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat tetap dinamis, inklusif, dan relevan secara sosial. The integration of local culture into Islamic education is a fundamental element in the historical development of Islam in the Indonesian archipelago. This process reflects the ability of Islamic teachings to adapt to diverse cultural contexts across regions. This study aims to analyze historical patterns of local cultural integration and their implications for Islamic education management. Using qualitative methods through literature review, data were collected from several scholarly sources, such as books, journal articles, and historical documents relevant to the research topic. The results demonstrate that integration occurs through a harmonious acculturation process, where local cultural values aligned with Islamic principles are maintained and integrated into educational practices. This integration is evident in curriculum design, the use of contextual learning methods, and the development of religious traditions that align with the character of the local community. This approach also increases the relevance and acceptance of Islamic education within the community. The implications of this study suggest that educational management needs to prioritize the development of a culturally responsive curriculum, strengthen teacher competency in contextual learning, and formulate policies that adapt to cultural diversity. In this way, Islamic education can remain dynamic, inclusive, and socially relevant.
Copyrights © 2026