AbstrakKetersediaan air bersih masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, termasuk lingkungan sekolah, yang berpotensi berdampak pada kesehatan siswa. Kurangnya pemahaman siswa mengenai pencemaran air dan cara pengolahan air sederhana menjadi salah satu kendala dalam penerapan pembelajaran kontekstual, khususnya dalam Project Based Learning (PjBL). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qalbun Salim, Kecamatan Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan dalam pembuatan alat penjernih air sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 April 2026 yang diikuti oleh Ressiswa kelas VII sebanyak 13 orang dengan metode demonstrasi. Tahapan kegiatan meliputi persiapan melalui diskusi dengan wali kelas, pelaksanaan edukasi dan pelatihan pembuatan alat filtrasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi dan praktik. Nilai rata-rata meningkat dari 64,62 pada pre-test menjadi 78,46 pada post-test. Selain itu, nilai terendah meningkat dari 30 menjadi 40, yang menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan awal rendah juga mengalami peningkatan pemahaman. Implikasi dari kegiatan ini mennjukkan bahwaPeningkatan median dan modus menunjukkan adanya pergeseran distribusi nilai ke arah yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik melalui pendekatan PjBL efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga keterampilan praktis dan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kualitas air. Dengan demikian, edukasi dan pelatihan pembuatan alat penjernih air sederhana dapat menjadi alternatif pembelajaran kontekstual yang efektif dan aplikatif di lingkungan sekolah. Kata kunci: air bersih; edukasi; filtrasi sederhana; keterampilan siswa; project based Learning. AbstractThe availability of clean water remains a problem in various regions, including school environments, which has the potential to impact student health. Students' lack of understanding of water pollution and simple water treatment methods is one of the obstacles in the implementation of contextual learning, especially in Project Based Learning (PjBL). This community service activity aims to improve the knowledge and skills of students at Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qalbun Salim, Landasan Ulin Timur District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province in making a simple water purifier. The activity was carried out on April 20, 2026, attended by 13 seventh-grade Ressiswa students using a demonstration method. The stages of the activity include preparation through discussions with homeroom teachers, implementation of education and training in making filtration devices, and evaluation using pre-tests and post-tests. The results of the activity showed an increase in student knowledge after participating in education and practice. The average score increased from 64.62 in the pre-test to 78.46 in the post-test. In addition, the lowest score increased from 30 to 40, which indicates that students with low initial abilities also experienced an increase in understanding. The implications of this activity indicate that the increase in the median and mode indicates a shift in the distribution of values for the better. This indicates that the practice-based learning method through the PjBL approach is effective in improving students' overall understanding. This activity not only improves cognitive aspects, but also practical skills and students' awareness of the importance of maintaining water quality. Thus, education and training in making simple water purifiers can be an effective and applicable contextual learning alternative in the school environment. Keywords: clean water; education; simple filtration; student skills; project-based learning