Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan budaya literasi melalui pelatihan publikasi karya ilmiah bagi guru SMK Iskandar Thalib; Haryatie Haryatie; Nila Nirmalasari; Gusti Muhammad Perdana Putera; Iskandar Iskandar; Hapsari Lintang Sekartaji; Eko Suhartono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22829

Abstract

AbstrakLiterasi merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap guru. Salah satu jenis literasi dasar yang sangat penting yaitu menulis. Berbagai kegiatan menulis dapat dilakukan oleh seorang guru dan diantaranya yakni menulis artikel ilmiah. Hal ini mendorong diadakannya suatu program pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan publikasi ilmiah untuk guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom, Banjarbaru. Kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahap, antara lain persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan selama 2 hari, yang terdiri dari pemberian materi edukasi dihari pertama dan pelatihan dihari kedua. Setelah dilakukan pelaksanaan, maka dilakukan evaluasi pada tiap peserta melalui pengerjaan post test dan penilaian dalam melakukan submit jurnal. Berdasarkan hasil evaluasi dari 30 peserta guru didapatkan peningkatan pengetahuan guru tentang publikasi ilmiah dan terdapat beberapa guru yang melakukan submit artikel ke dalam jurnal setelah kegiatan ini. Sebagai kesimpulan bahwa telah dilakukan program pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan publikasi ilmiah untuk guru SMK Telkom Banjarbaru dengan hasil peningkatan pengetahuan guru tentang publikasi ilmiah yang terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pretest dan posttest masing-masing 45 dan 89. Selain itu, setelah pelatihan terdapat beberapa guru yang melakukan submit artikel ilmiah ke dalam jurnal. Kegiatan ini diharapkan dapat diadakan secara berkala, sehingga terdapat peningkatan budaya literasi pada setiap guru.   Kata kunci: guru SMK; literasi; pelatihan; pengabdian; publikasi ilmiah. Abstract Literacy is one of the skills that every teacher must have. One type of basic literacy that is very important is writing. Various writing activities can be carried out by a teacher and among them is writing scientific articles. This encourages the holding of a community service program through scientific publication training activities for teachers of Telkom Vocational High School (SMK), Banjarbaru. This activity was carried out in 3 stages, including preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage was carried out for 2 days, which consisted of providing educational material on the first day and training on the second day. After the implementation, an evaluation was carried out on each participant through post-testing and assessment in submitting journals. Based on the evaluation results, it was found that the knowledge of teachers about scientific publications increased and there were several teachers who submitted articles to journals after this activity. In conclusion, a community service program has been carried out through scientific publication training activities for teachers of SMK Telkom Banjarbaru with the results of increasing teacher knowledge about scientific publications and there are several teachers who submit scientific articles to journals. This activity is expected to be held regularly, so that there is an increase in the culture of literacy in each teacher.  Keywords: literacy; training; service; scientific publication
The Role of Prenatal Environmental Risk Factors in Autism Spectrum Disorder Severity: Insight from Lead Exposure, Tobacco Smoke, and Low Birth Weight Iskandar Iskandar; Yosef Dwi Cahyadi Salan; Adelia Anggraini Utama; Niarsari Anugrahing Putri; Gusti Muhammad Perdana Putera; Hapsari Lintang Sekartaji; Nisa Nur Agistni Eriana; Eko Suhartono
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v24i1.380

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) is a complex neurodevelopmental condition influenced by interactions between genetic susceptibility and environmental exposures during critical developmental periods. However, evidence regarding how environmental factors relate to ASD severity remains limited. This study aimed to examine the associations between urinary lead (Pb) levels, prenatal cigarette smoke exposure, history of low birth weight (LBW), and ASD severity, providing insights into potential environmental influences on clinical outcomes. A cross-sectional study was conducted among 43 children diagnosed with ASD attending a special needs school (SLB C) in Banjarbaru, South Kalimantan, Indonesia. Urinary Pb concentrations were measured using UV-Visible spectrophotometry. Information on prenatal cigarette smoke exposure and birth history was obtained through structured parental interviews. ASD severity was assessed using the Childhood Autism Rating Scale, Second Edition (CARS-2), and classified as mild–moderate or severe. Higher urinary Pb levels, prenatal cigarette smoke exposure, and a history of LBW were significantly associated with ASD severity, highlighting potential environmental risk factors that may influence clinical presentation and management strategies. In conclusion, among children with ASD in this school-based population, environmental and perinatal factors were associated with differences in ASD severity. While these findings are promising, emphasizing the need for further research can foster a sense of hope and motivation among researchers, clinicians, and students. Due to the cross-sectional design, causal inferences cannot be drawn. Further studies using longitudinal designs and objective exposure measurements are warranted.
Edukasi pola hidup sehat dan pelatihan penyusunan nutrisi berimbang pada siswa SMK Telkom Banjarbaru dalam menunjang pendidikan karakter berkelanjutan Eko Suhartono; Iskandar Iskandar; Noor Muthmainah; Mashuri Mashuri; Yosef Dwi Cahyadi Salan; Gusti Muhammad Perdana Putera; Hapsari Lintang Sekartaji
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38722

Abstract

Abstrak Ketidakseimbangan nutrisi dan kualitas tidur yang buruk, masih sering ditemukan pada siswa SMK. Hal ini berdampak langsung terhadap kesehatan fisik, mental, serta pembentukan karakter. Survei internal pada 176 siswa SMK Telkom Banjarbaru menunjukkan tingginya angka depresi dan gangguan mood, yang mengindikasikan perlunya intervensi edukatif untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pola hidup sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memahami kesehatan mental, membangun karakter disiplin berkelanjutan, serta menyusun menu nutrisi seimbang sesuai prinsip “Isi Piringku”. Mitra kegiatan adalah SMK Telkom Banjarbaru dengan jumlah peserta sebanyak 182 siswa kelas X. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, simulasi praktik penyusunan menu, serta evaluasi pretest dan posttest. Hari pertama difokuskan pada edukasi mengenai kesehatan mental, karakter, dan hubungan nutrisi dengan kondisi psikologis, sedangkan hari kedua berisi pelatihan penyusunan menu sehat dan jurnal pola makan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa pada seluruh materi, yang ditunjukkan melalui  perbandingan skor  pretest  dan  posttest.  Kegiatan  ini  juga  mendorong siswa  lebih  aktif berdiskusi dan reflektif terhadap kebiasaan hidup mereka. Secara keseluruhan, program edukasi dan pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pola hidup sehat serta keterampilan menyusun nutrisi seimbang sebagai bagian dari pembentukan karakter yang berkelanjutan. Kata kunci: edukasi; hidup sehat; kesehatan mental; nutrisi; pendidikan karakter. Abstract Nutritional imbalances and poor sleep quality are still commonly found among vocational school students. This has a direct impact on their physical and mental health, as well as character building. An internal survey of 176 students at Telkom Banjarbaru Vocational School showed high rates of depression and  mood  disorders, indicating the  need  for  educational intervention to  raise  awareness of  the importance of a healthy lifestyle. This community service activity aims to improve students' knowledge and skills in understanding mental health, building sustainable discipline, and preparing balanced nutrition menus in accordance with the “My Plate” principle. The partner for this activity is Telkom Banjarbaru Vocational School  with  182  participants from  grade  X.  The  implementation methods included  lectures,  discussions,  practical  menu  planning  simulations,  and  pretest  and  posttest evaluations. The first day focused on education about mental health, character, and the relationshipbetween nutrition and psychological conditions, while the second day consisted of training in healthy menu planning and food  journaling. The results of  the  activity showed an increase in  students' knowledge of all the material, as demonstrated by a comparison of pretest and posttest scores. This activity also encouraged students to be more active in discussing and reflecting on their lifestyle habits. Overall, this education and training program can improve students' knowledge of healthy lifestyles and skills in preparing balanced nutrition as part of ongoing character building. Keywords: education; healthy living; mental health; nutrition; character education 
Edukasi dan pelatihan pembuatan alat penjernih air sederhana pada siswa MTs Qalbun Salim di Banjarbaru Ghina Raihana; Heni Yeni; Sheila Nur Salsabilla; Muhammad Luthfi Alfizar; Eko Suhartono; Iskandar Iskandar; Hapsari Lintang Sekartaji
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39451

Abstract

AbstrakKetersediaan air bersih masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, termasuk lingkungan sekolah, yang berpotensi berdampak pada kesehatan siswa. Kurangnya pemahaman siswa mengenai pencemaran air dan cara pengolahan air sederhana menjadi salah satu kendala dalam penerapan pembelajaran kontekstual, khususnya dalam Project Based Learning (PjBL). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qalbun Salim, Kecamatan Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan dalam pembuatan alat penjernih air sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 April 2026 yang diikuti oleh Ressiswa kelas VII sebanyak 13 orang dengan metode demonstrasi. Tahapan kegiatan meliputi persiapan melalui diskusi dengan wali kelas, pelaksanaan edukasi dan pelatihan pembuatan alat filtrasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi dan praktik. Nilai rata-rata meningkat dari 64,62 pada pre-test menjadi 78,46 pada post-test. Selain itu, nilai terendah meningkat dari 30 menjadi 40, yang menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan awal rendah juga mengalami peningkatan pemahaman. Implikasi dari kegiatan ini mennjukkan bahwaPeningkatan median dan modus menunjukkan adanya pergeseran distribusi nilai ke arah yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik melalui pendekatan PjBL efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga keterampilan praktis dan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kualitas air. Dengan demikian, edukasi dan pelatihan pembuatan alat penjernih air sederhana dapat menjadi alternatif pembelajaran kontekstual yang efektif dan aplikatif di lingkungan sekolah. Kata kunci: air bersih; edukasi; filtrasi sederhana; keterampilan siswa; project based Learning. AbstractThe availability of clean water remains a problem in various regions, including school environments, which has the potential to impact student health. Students' lack of understanding of water pollution and simple water treatment methods is one of the obstacles in the implementation of contextual learning, especially in Project Based Learning (PjBL). This community service activity aims to improve the knowledge and skills of students at Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qalbun Salim, Landasan Ulin Timur District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province in making a simple water purifier. The activity was carried out on April 20, 2026, attended by 13 seventh-grade Ressiswa students using a demonstration method. The stages of the activity include preparation through discussions with homeroom teachers, implementation of education and training in making filtration devices, and evaluation using pre-tests and post-tests. The results of the activity showed an increase in student knowledge after participating in education and practice. The average score increased from 64.62 in the pre-test to 78.46 in the post-test. In addition, the lowest score increased from 30 to 40, which indicates that students with low initial abilities also experienced an increase in understanding. The implications of this activity indicate that the increase in the median and mode indicates a shift in the distribution of values for the better. This indicates that the practice-based learning method through the PjBL approach is effective in improving students' overall understanding. This activity not only improves cognitive aspects, but also practical skills and students' awareness of the importance of maintaining water quality. Thus, education and training in making simple water purifiers can be an effective and applicable contextual learning alternative in the school environment. Keywords: clean water; education; simple filtration; student skills; project-based learning
Edukasi Teknologi Pengolahan Limbah Cair Domestik melalui Pembuatan Instalasi Filtrasi Sederhana pada Siswa SMAS Perintis Palangka Raya Monalisa; Yulietrie; Marlina Vionora; Eko Suhartono; Iskandar; Hapsari Lintang Sekartaji; Gusti M Perdana Putera
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.3971

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pengolahan limbah cair domestik melalui pembuatan instalasi filtrasi sederhana di SMAS Perintis Palangka Raya. Berdasarkan hasil diskusi awal dengan guru didapatkan permasalahan utama yang dihadapi adalah konsep Project Based Learning (PjBL) terkait problem lingkungan. Hasil diskusi telah disepakati topik lingkungan terkait pengelolaan limbah cair domestik. Project Based Learning (PjBL) adalah project belajar melalui pengalaman langsung dan penyelesaian proyek nyata. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap peduli lingkungan dan keterampilan problem solving siswa. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi tahapan persiapan, edukasi, pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif dan media audiovisual untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar limbah cair domestik dan dampaknya terhadap lingkungan. Selanjutnya, pelatihan dilakukan melalui praktik langsung pembuatan alat filtrasi sederhana menggunakan bahan-bahan lokal seperti pasir, kerikil, arang, dan spons. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari 39,51 pada pre-test menjadi 77,56 pada post-test. Selain itu, terjadi pergeseran kategori nilai dari dominasi nilai rendah menuju nilai tinggi, yang menunjukkan efektivitas metode edukasi dan praktik dalam meningkatkan pemahaman siswa. Kegiatan ini juga mendorong keterlibatan aktif siswa serta meningkatkan keterampilan praktis, tentang pengelolaan limbah cair domestik secara sederhana dan berkelanjutan. Hal ini terlihat maisng-masing siswa yang telah mencoba mempraktekkan secara aktif. Selain itu siswa mampu menyebutkan manfaat masing-masing media. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi berbasis teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah lainnya dalam mendukung pengelolaan limbah cair domestik secara berkelanjutan.
Model Partisipatif Ibu Pengajian RT 035 Banjarmasin Barat dalam Pengelolaan Air Bersih melalui Teknologi Sederhana Anggun Oktovia Pratiwi; Fajar Setyo Wardoyo; Naila Mutiara Nabilla; Silvia Novitasari; Eko Suhartono; Iskandar; Hapsari Lintang Sekartaji; Mashuri
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.3973

Abstract

Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa ketersediaan air bersih masih menjadi permasalahan di wilayah permukiman berbasis sungai, termasuk di RT 035 Banjarmasin Barat. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya kualitas air akibat pencemaran limbah domestik serta keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan air bersih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu pengajian dalam pengelolaan air bersih melalui penerapan teknologi penjernihan air sederhana berbasis model partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan alat filtrasi sederhana menggunakan bahan lokal, praktik langsung, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rerata nilai pengetahuan peserta, dari 55,66 pada pre-test menjadi 95,22 pada post-test. Selain itu, pada kegiatan ini ibu-ibu pengajian juga berhasil menyusun alat filtrasi untuk menjernihkan air serta mampu menjelaskan fungsi masing-masing media filter.