Sri Maisari
Institut Agama Islam Negeri Langsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menanamkan Nilai-nilai Religius dan Perilaku Prososial Anak Usia Dini melalui Pembiasaan Metode Bercerita Sri Maisari
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa pertumbuhan anak periode emas (golden age) yang sangat menentukan pembentukan karakter. Pada fase ini anak dikenal sebagai peniru ulung, anak akan meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Tidak jarang anak juga memiliki tokoh atau karakter idola yang dijadikan panutan dalam bertindak. Melalui pembiasaan metode bercerita, guru dapat menerapkannya untuk menanamkan nilai-nilai religius dan perilaku prososial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembisaan bercerita di TK/RA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menemukan 3 dari 10 TK/RA yang melakukan pembiasaan bercerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan metode bercerita sangat berperan dalam menanamkan nilai-nilai religius dan perilaku prososial anak. Hal ini tercermin dari tindakan sehari-hari anak di sekolah dan rumah. Nilai-nilai religius yang ditunjukkan anak seperti melaksanakan shalat, mengaji, membaca doa, membiasakan mengucapkan basmalah, menjaga kebersihan diri, menyayangi teman dan keluarga, berteman tanpa membeda-bedakan, tidak membuang sampah sembarangan, serta menyayangi hewan peliharaan. Sedangkan perilaku prososial yang ditunjukkan anak seperti, kebiasaan mereka bermain bersama teman, menanyakan kabar, berbagi makanan, menghargai hak orang lain, menyelesaikan masalah dengan cara yang diterima sosial, menaati aturan bermain, bekerja sama, mengekspresikan emosi, serta menunjukkan tindakan yang sopan dan santun.
Menanamkan Nilai-nilai Religius dan Perilaku Prososial Anak Usia Dini melalui Pembiasaan Metode Bercerita Sri Maisari
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa pertumbuhan anak periode emas (golden age) yang sangat menentukan pembentukan karakter. Pada fase ini anak dikenal sebagai peniru ulung, anak akan meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Tidak jarang anak juga memiliki tokoh atau karakter idola yang dijadikan panutan dalam bertindak. Melalui pembiasaan metode bercerita, guru dapat menerapkannya untuk menanamkan nilai-nilai religius dan perilaku prososial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembisaan bercerita di TK/RA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menemukan 3 dari 10 TK/RA yang melakukan pembiasaan bercerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan metode bercerita sangat berperan dalam menanamkan nilai-nilai religius dan perilaku prososial anak. Hal ini tercermin dari tindakan sehari-hari anak di sekolah dan rumah. Nilai-nilai religius yang ditunjukkan anak seperti melaksanakan shalat, mengaji, membaca doa, membiasakan mengucapkan basmalah, menjaga kebersihan diri, menyayangi teman dan keluarga, berteman tanpa membeda-bedakan, tidak membuang sampah sembarangan, serta menyayangi hewan peliharaan. Sedangkan perilaku prososial yang ditunjukkan anak seperti, kebiasaan mereka bermain bersama teman, menanyakan kabar, berbagi makanan, menghargai hak orang lain, menyelesaikan masalah dengan cara yang diterima sosial, menaati aturan bermain, bekerja sama, mengekspresikan emosi, serta menunjukkan tindakan yang sopan dan santun.