Masa pertumbuhan anak periode emas (golden age) yang sangat menentukan pembentukan karakter. Pada fase ini anak dikenal sebagai peniru ulung, anak akan meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Tidak jarang anak juga memiliki tokoh atau karakter idola yang dijadikan panutan dalam bertindak. Melalui pembiasaan metode bercerita, guru dapat menerapkannya untuk menanamkan nilai-nilai religius dan perilaku prososial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembisaan bercerita di TK/RA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menemukan 3 dari 10 TK/RA yang melakukan pembiasaan bercerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan metode bercerita sangat berperan dalam menanamkan nilai-nilai religius dan perilaku prososial anak. Hal ini tercermin dari tindakan sehari-hari anak di sekolah dan rumah. Nilai-nilai religius yang ditunjukkan anak seperti melaksanakan shalat, mengaji, membaca doa, membiasakan mengucapkan basmalah, menjaga kebersihan diri, menyayangi teman dan keluarga, berteman tanpa membeda-bedakan, tidak membuang sampah sembarangan, serta menyayangi hewan peliharaan. Sedangkan perilaku prososial yang ditunjukkan anak seperti, kebiasaan mereka bermain bersama teman, menanyakan kabar, berbagi makanan, menghargai hak orang lain, menyelesaikan masalah dengan cara yang diterima sosial, menaati aturan bermain, bekerja sama, mengekspresikan emosi, serta menunjukkan tindakan yang sopan dan santun.
Copyrights © 2026