Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN RESIKO STUNTING PADA BALITA Dewi Aprilia Ningsih.I; Dini Suryani; Matda Yunartha; Winna Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30958

Abstract

Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Curup di 5 posyandu dari 5 orang ibu yang memiliki anak dengan resioko stunting, yaitu  semuanya tidak mengetahui tentang arti dari stunting, ciri-ciri stunting, penyebab dan dampak stunting itu sendiri. Kemudian 3 orang juga tidak memberikan ASI Eksklusif sedangkan 2 orang lainnya memberikan ASI eksklusif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan pemberian ASI eksklusif dengan resiko stunting pada balita 36-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Curup. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita 36-59 bulan di Puskesmas Curup Kab. Rejang Lebong pada bulan oktober 2025 yang berjumlah 269 orang. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling yaitu 81 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 81 orang responden sebanyak 37 responden mengalami resiko stunting, sebanyak 19 responden memiliki pengetahuan yang kurang, dan sebanyak 28 responden tidak memberikan ASI Eksklusif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan resiko stunting (p value=0,004<0,05) dan ada hubungan pemberian ASI Ekslisif dengan resiko stunting (p value=0,027<0,05). Diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan pengetahuan ibu balita dan penyuluhan tentang pemberian ASI eksklusif guna mencegah terjadinya stunting. 
Hubungan Hambatan Komunikasi Terapeutik dengan Efektivitas Komunikasi Perawat ICU RS Royal Prima Jambi Yogi Yogi Trisnaningsih; Dini Suryani; Matda Yunartha; Winna Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30941

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan bagian penting dalam asuhan keperawatan, terutama pada pasien paliatif dengan penurunan kesadaran di ruang Intensive Care Unit (ICU). Kondisi pasien kritis, penggunaan alat medis, serta lingkungan ICU dapat menimbulkan hambatan komunikasi yang berdampak pada efektivitas interaksi perawat dan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan hambatan komunikasi terapeutik dengan efektivitas komunikasi perawat pada pasien paliatif dengan penurunan kesadaran di ruang ICU RS Royal Prima Jambi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 10 perawat ICU yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner hambatan komunikasi terapeutik dan kuesioner efektivitas komunikasi perawat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat mengalami hambatan komunikasi kategori sedang sebanyak 6 orang (60%) dan efektivitas komunikasi kategori cukup sebanyak 5 orang (50%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara hambatan komunikasi terapeutik dengan efektivitas komunikasi perawat (p = 0,021; r = -0,648). Semakin tinggi hambatan komunikasi terapeutik, semakin rendah efektivitas komunikasi perawat.