Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Systematic Literature Review (SLR): Model Problem Based Learning Berbantuan Media Digital Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Komang Listya Wulandani; I Putu Pasek Suryawan; I Made Suarsana; I Made Ardana; Gusti Ayu Mahayukti
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7030

Abstract

Penelusuran dan analisis berbagai kajian mengenai pengaruh media digital dalam pembelajaran berbasis PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik menjadi fokus utama penelitian ini, dengan Systematic Literature Review (SLR) sebagai metode yang digunakan. Pencarian literatur menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis matematis, media digital, dan model PBL pada berbagai jurnal nasional terindeks serta platform Google Scholar menjadi sumber perolehan artikel-artikel yang digunakan dalam penelitian ini. Proses penelusuran artikel menghasilkan 18 artikel layak yang memenuhi kriteria inklusi dan digunakan sebagai sumber kajian dalam penelitian ini. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa secara positif terbukti dapat dicapai melalui perpaduan model Problem Based Learning (PBL) dengan media digital, sebagaimana terungkap dari hasil sintesis berbagai penelitian yang dianalisis. Penggunaan media digital seperti GeoGebra, Google Classroom, Nearpod, Edmodo, E-Modul, E-LKPD, Liveworksheet, Lumio by Smart, dan Blooket mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, membantu visualisasi konsep matematika, serta memfasilitasi aktivitas pemecahan masalah secara lebih interaktif. Penggunaan media digital pada pembelajaran berbasis masalah juga menunjukkan kontribusi dalam mengembangkan kemampuan siswa untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan, menelaah informasi secara kritis, memilih strategi penyelesaian yang tepat, serta menyusun kesimpulan yang logis dan sistematis. Bentuk implementasi media digital dalam pembelajaran berbasis Problem Based Learning dilakukan melalui penggunaan Learning Management System (LMS), perangkat lunak matematika interaktif, aplikasi pembelajaran digital, serta bahan ajar elektronik berbasis masalah. Keterlibatan aktif siswa sebagai pusat kegiatan belajar semakin terdorong seiring terciptanya proses pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif melalui penerapan pendekatan tersebut. Kualitas media digital, motivasi dan kemandirian belajar siswa, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, ketersediaan sarana dan prasarana teknologi, serta karakteristik siswa seperti kemampuan awal matematis dan self-efficacy merupakan sejumlah faktor yang turut menentukan keberhasilan penerapan model Problem Based Learning berbantuan media digital. Integrasi model Problem Based Learning (PBL) dengan dukungan media digital terbukti layak dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, sebagaimana diperlihatkan oleh hasil penelitian yang telah dikaji secara umum.