Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Etika Siber dan Perlindungan Kehormatan (Hifzhul 'Ardh): Analisis Fenomena Objektifikasi dalam Grup Percakapan Tertutup di Kalangan Mahasiswa Andika Haditya; Fairuz Hasna; Meisya Putri; Naufal Ridwan; Sintiya Rahayu; Zahra Rahma; Syarip Hidayat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7313

Abstract

Perkembangan komunikasi digital di kalangan mahasiswa telah memunculkan berbagai persoalan etika siber, salah satunya adalah objektifikasi perempuan dalam grup percakapan tertutup. Fenomena ini ditandai dengan penyebaran foto tanpa izin, komentar bernuansa seksual, serta praktik body shaming yang sering dianggap sebagai candaan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena objektifikasi dalam grup percakapan mahasiswa melalui perspektif Hifzhul ‘Ardh dalam kerangka Maqashid Syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, laporan resmi, dan berbagai sumber literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) terus mengalami peningkatan dan kelompok mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang paling rentan. Platform percakapan tertutup seperti WhatsApp dan Telegram turut memfasilitasi praktik objektifikasi melalui fitur anonimitas dan budaya echo chamber yang menormalisasi perilaku tidak etis. Dalam perspektif Hifzhul ‘Ardh, praktik tersebut merupakan pelanggaran terhadap kehormatan dan martabat manusia yang harus dilindungi sebagai salah satu tujuan utama syariat Islam. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi dengan kesadaran etika digital yang dimiliki. Oleh karena itu, penguatan pendidikan etika digital berbasis nilai-nilai Islam menjadi langkah penting untuk menjaga kehormatan manusia dan membangun budaya bermedia yang bertanggung jawab.