Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Sosial Budaya Perubahan Tutupan Lahan terhadap Eksistensi Masyarakat Agraris di Desa Kerobokan Oscar Ibrena Sinuhaji; I Gede Budiarta; I Gede Putu Eka Suryana
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7520

Abstract

Perubahan tutupan lahan tidak sekadar merombak bentang fisik kewilayahan, melainkan turut membawa implikasi mendalam terhadap tatanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dampak sosial kultural dari dinamika perubahan tutupan lahan yang terjadi di Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng pada rentang periode tahun 2020 hingga 2025. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, di mana data keruangan hasil analisis tumpang susun (overlay) Sistem Informasi Geografis (SIG) diposisikan sebagai instrumen empiris dasar untuk menelusuri realitas sosial masyarakat melalui tahapan reduksi data dari hasil wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil analisis spasial membuktikan terjadinya perubahan tutupan lahan yang sangat masif, ditandai dengan bergesernya 15,00 hektar kawasan lahan pertanian menjadi lahan terbangun. Konversi fisik tersebut secara langsung memicu transformasi struktural di masyarakat, yakni bergesernya orientasi mata pencaharian menuju sektor non-pertanian dan menurunnya minat generasi muda terhadap profesi agraris. Secara kultural, hilangnya basis material berupa hamparan sawah berdampak pada degradasi sistem nilai komunal masyarakat. Hal ini terwujud dalam memudarnya tradisi gotong royong yang kini tergantikan oleh sistem kerja upah yang individualis, serta melemahnya eksistensi dan fungsi sosial kelembagaan adat pengatur tata air (Subak). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa perubahan tutupan lahan berimplikasi serius terhadap tergerusnya identitas kebudayaan dan terdesaknya tatanan sosial masyarakat pedesaan akibat masifnya arus modernisasi ruang.