Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Agen Sosial dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Era Digital A. Aulia; Samsinar Syarifuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7574

Abstract

Penelitian ini membahas peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai agen sosial dalam pembentukan karakter peserta didik di era digital. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, baik dalam bentuk peluang maupun tantangan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Guru PAI tidak hanya bertugas menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moral, spiritual, dan sosial kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAI dalam pembentukan karakter serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui penelitian kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait pendidikan Islam, pendidikan karakter, dan pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai teladan, penasihat, edukator, motivator, dan evaluator dalam membentuk karakter peserta didik. Selain itu, era digital menghadirkan tantangan berupa fenomena digital religiosity, paparan informasi yang tidak terbatas, serta lemahnya kerja sama antara sekolah dan keluarga. Namun, media digital juga memberikan peluang bagi guru untuk melakukan inovasi pendidikan karakter melalui media sosial dan platform pembelajaran digital. Oleh karena itu, guru PAI dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai Islam.
Membangun Paradigma Sosiologis dalam Pendidikan Islam: Telaah Konseptual dan Dimensi Keilmuan: Penelitian Ummul Hairi; Asvira; Nia Ramadhani; Samsinar Syarifuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami definisi dan dimensi sosiologi pendidikan sebagai kajian yang membahas hubungan antara pendidikan dan masyarakat. Pendidikan merupakan proses penting dalam mengembangkan potensi manusia serta menanamkan nilai, norma, dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial. Dalam perspektif sosiologi, pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial seperti lingkungan keluarga, budaya, ekonomi, dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai buku dan jurnal yang relevan dengan topik sosiologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sosiologi pendidikan mempelajari interaksi antara sekolah, murid, guru, dan masyarakat dalam proses pendidikan. Selain itu, sosiologi pendidikan juga memiliki beberapa dimensi penting seperti dimensi sosial, kultural, struktural, dan perubahan sosial. Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan nilai, karakter, dan perilaku sosial dalam masyarakat.
Pendidikan Sebagai Instrumen Mobilitas Sosial (Analisis dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan): Penelitian Asvira; Nia Ramadhani; Ummul Hairi; Samsinar Syarifuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6282

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk arah kehidupan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui proses mobilitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian pendidikan dan mobilitas sosial, menganalisis peran pendidikan dalam mendorong perubahan status sosial masyarakat serta mengkaji hubungan antara akses pendidikan dengan terjadinya pergerakan sosial tersebut. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur, peraturan perundang-undangan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan berperan sebagai instrumen utama yang memungkinkan individu berpindah dari lapisan sosial yang lebih rendah ke lapisan yang lebih tinggi, baik melalui pemberian pengetahuan, keterampilan, maupun pengakuan formal. Namun, efektivitas peran ini dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas dan kualitas pendidikan yang tersedia. Semakin merata dan berkualitas pendidikan yang diterima, semakin besar peluang terjadinya mobilitas sosial yang sehat dan adil dalam masyarakat.
The Islamic Learning Environment: Between Physical Formalism and The Internalization of Spiritual Values in The Digital Age Afriani Afriani; Nurul Aini; Samsinar Syarifuddin
Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): : May: Safīnah: Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study conceptualizes the structural tension between physical formalism and the internalization of spiritual values within technology-mediated Islamic learning environments. Utilizing a non-empirical qualitative library research design, foundational principles from classical Islamic educational treatises are synthesized with contemporary scholarship on digital transformation. The analysis reveals that the rapid adoption of learning management systems and high-tech infrastructure frequently leads to administrative compliance, which obscures the hidden curriculum and marginalizes the cultivation of spiritual adab. To resolve this friction, the study proposes a four-dimensional holistic-digital model that harmonizes physical space, adaptive technology, social networks, and a central spiritual core. Positioned within Sufic frameworks of self-purification and divine wisdom, digital media is re-architected from a speculative distraction into a structured instrument for moral development. Educators, families, and institutional networks are framed as co-constructors of a unified moral ecosystem. Ultimately, this research provides a scalable framework for educational stakeholders to realign digital adoption with the authentic spiritual imperatives of Islamic character formation.
The Epistemology of Inclusive Education in Islamic Education: Reconstructing The Role of The Teacher as a Murabbi For Children With Special Needs Amelia Amelia; Fifi Ariska; Samsinar Syarifuddin
Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): : May: Safīnah: Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study addresses the persistent fragmentation between general inclusive education frameworks and authentic Islamic pedagogical traditions by constructing a coherent epistemological model for special needs schooling. Utilizing a qualitative conceptual analysis combined with a hermeneutic approach, the research systematically synthesizes foundational primary sources with contemporary pedagogical literature, policy frameworks, and special education paradigms. The analysis establishes that Islamic education possesses a robust epistemological foundation rooted in human dignity, justice, compassion, and universal knowledge acquisition. To operationalize these principles, the paper reconstructs teacher identity from a conventional knowledge transmitter toward a holistic educator across spiritual, intellectual, emotional, and social dimensions, replacing deficit models with strength based approaches. Furthermore, the conceptual framework demonstrates that sustainable implementation depends on institutional governance reform, special education teacher integration, and participatory community ecosystems. By aligning foundational principles with structural school management, this research provides a transferable conceptual model that transforms inclusive Islamic education from an administrative obligation into an epistemologically grounded, sustainable reality for learners with special needs.