Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Agen Sosial dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Era Digital A. Aulia; Samsinar Syarifuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7574

Abstract

Penelitian ini membahas peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai agen sosial dalam pembentukan karakter peserta didik di era digital. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, baik dalam bentuk peluang maupun tantangan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Guru PAI tidak hanya bertugas menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moral, spiritual, dan sosial kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAI dalam pembentukan karakter serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui penelitian kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait pendidikan Islam, pendidikan karakter, dan pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai teladan, penasihat, edukator, motivator, dan evaluator dalam membentuk karakter peserta didik. Selain itu, era digital menghadirkan tantangan berupa fenomena digital religiosity, paparan informasi yang tidak terbatas, serta lemahnya kerja sama antara sekolah dan keluarga. Namun, media digital juga memberikan peluang bagi guru untuk melakukan inovasi pendidikan karakter melalui media sosial dan platform pembelajaran digital. Oleh karena itu, guru PAI dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai Islam.
Membangun Paradigma Sosiologis dalam Pendidikan Islam: Telaah Konseptual dan Dimensi Keilmuan: Penelitian Ummul Hairi; Asvira; Nia Ramadhani; Samsinar Syarifuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami definisi dan dimensi sosiologi pendidikan sebagai kajian yang membahas hubungan antara pendidikan dan masyarakat. Pendidikan merupakan proses penting dalam mengembangkan potensi manusia serta menanamkan nilai, norma, dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial. Dalam perspektif sosiologi, pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial seperti lingkungan keluarga, budaya, ekonomi, dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai buku dan jurnal yang relevan dengan topik sosiologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sosiologi pendidikan mempelajari interaksi antara sekolah, murid, guru, dan masyarakat dalam proses pendidikan. Selain itu, sosiologi pendidikan juga memiliki beberapa dimensi penting seperti dimensi sosial, kultural, struktural, dan perubahan sosial. Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan nilai, karakter, dan perilaku sosial dalam masyarakat.
Pendidikan Sebagai Instrumen Mobilitas Sosial (Analisis dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan): Penelitian Asvira; Nia Ramadhani; Ummul Hairi; Samsinar Syarifuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6282

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk arah kehidupan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui proses mobilitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian pendidikan dan mobilitas sosial, menganalisis peran pendidikan dalam mendorong perubahan status sosial masyarakat serta mengkaji hubungan antara akses pendidikan dengan terjadinya pergerakan sosial tersebut. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur, peraturan perundang-undangan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan berperan sebagai instrumen utama yang memungkinkan individu berpindah dari lapisan sosial yang lebih rendah ke lapisan yang lebih tinggi, baik melalui pemberian pengetahuan, keterampilan, maupun pengakuan formal. Namun, efektivitas peran ini dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas dan kualitas pendidikan yang tersedia. Semakin merata dan berkualitas pendidikan yang diterima, semakin besar peluang terjadinya mobilitas sosial yang sehat dan adil dalam masyarakat.
The Islamic Learning Environment: Between Physical Formalism and The Internalization of Spiritual Values in The Digital Age Afriani Afriani; Nurul Aini; Samsinar Syarifuddin
Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): : May: Safīnah: Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study conceptualizes the structural tension between physical formalism and the internalization of spiritual values within technology-mediated Islamic learning environments. Utilizing a non-empirical qualitative library research design, foundational principles from classical Islamic educational treatises are synthesized with contemporary scholarship on digital transformation. The analysis reveals that the rapid adoption of learning management systems and high-tech infrastructure frequently leads to administrative compliance, which obscures the hidden curriculum and marginalizes the cultivation of spiritual adab. To resolve this friction, the study proposes a four-dimensional holistic-digital model that harmonizes physical space, adaptive technology, social networks, and a central spiritual core. Positioned within Sufic frameworks of self-purification and divine wisdom, digital media is re-architected from a speculative distraction into a structured instrument for moral development. Educators, families, and institutional networks are framed as co-constructors of a unified moral ecosystem. Ultimately, this research provides a scalable framework for educational stakeholders to realign digital adoption with the authentic spiritual imperatives of Islamic character formation.
The Epistemology of Inclusive Education in Islamic Education: Reconstructing The Role of The Teacher as a Murabbi For Children With Special Needs Amelia Amelia; Fifi Ariska; Samsinar Syarifuddin
Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): : May: Safīnah: Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study addresses the persistent fragmentation between general inclusive education frameworks and authentic Islamic pedagogical traditions by constructing a coherent epistemological model for special needs schooling. Utilizing a qualitative conceptual analysis combined with a hermeneutic approach, the research systematically synthesizes foundational primary sources with contemporary pedagogical literature, policy frameworks, and special education paradigms. The analysis establishes that Islamic education possesses a robust epistemological foundation rooted in human dignity, justice, compassion, and universal knowledge acquisition. To operationalize these principles, the paper reconstructs teacher identity from a conventional knowledge transmitter toward a holistic educator across spiritual, intellectual, emotional, and social dimensions, replacing deficit models with strength based approaches. Furthermore, the conceptual framework demonstrates that sustainable implementation depends on institutional governance reform, special education teacher integration, and participatory community ecosystems. By aligning foundational principles with structural school management, this research provides a transferable conceptual model that transforms inclusive Islamic education from an administrative obligation into an epistemologically grounded, sustainable reality for learners with special needs.  
Evaluasi Pembelajaran Perspektif Ilmu Pendidikan Islam Nurwakia; Suriani; Samsinar Syarifuddin
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi merupakan salah satu komponen penentu keberhasilan proses pendidikan, termasuk dalam kerangka pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep evaluasi pembelajaran dengan bersandar pada nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah, sekaligus menelaah bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan pada konteks pendidikan masa kini. Penulisan menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-kualitatif, dengan menelaah literatur berupa buku dan artikel jurnal terakreditasi terbitan sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi dalam pendidikan Islam tidak semata berfungsi sebagai pengukuran capaian akademik, melainkan merupakan wujud dari konsep hisab dan muhasabah yang menyasar pertumbuhan iman, akhlak, dan amal peserta didik secara utuh. Evaluasi yang ideal berpijak pada prinsip istiqamah (berkesinambungan), kaffah (menyeluruh), 'adalah (objektif dan adil), serta bersifat mendidik. Objeknya mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, dengan metode yang beragam mulai dari observasi, dialog, tes, penugasan, hingga evaluasi diri. Di tengah tantangan era digital berupa krisis integritas akademik dan dominasi penilaian berbasis angka, penilaian otentik yang dipadukan dengan nilai ihsan serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi solusi strategis untuk mengembalikan evaluasi pada tujuan hakikinya, yaitu membentuk pribadi yang cerdas sekaligus bertakwa.
Strategi Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam dalam Memperkuat Eksistensi Pada Era Digital di Indonesia Risnawati; Samsinar Syarifuddin
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah secara signifikan cara lembaga pendidikan Islam menjalankan fungsinya di Indonesia. Artikel ini bertujuan mengkaji eksistensi lembaga pendidikan Islam serta strategi yang dapat ditempuh untuk memperkuat keberadaannya di tengah arus digitalisasi. Kajian disusun melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam, mulai dari pesantren, madrasah, sekolah Islam terpadu, hingga perguruan tinggi Islam, tetap memiliki kedudukan penting dalam sistem pendidikan nasional, namun menghadapi tantangan berupa kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan tuntutan modernisasi manajemen. Strategi penguatan eksistensi yang teridentifikasi meliputi transformasi digital pembelajaran, penguatan literasi digital pendidik dan peserta didik, integrasi kurikulum berbasis teknologi, modernisasi tata kelola, serta penguatan karakter Islami dalam ruang digital. Simpulan kajian menegaskan bahwa adaptasi digital yang selaras dengan nilai-nilai keislaman menjadi kunci keberlanjutan lembaga pendidikan Islam pada masa mendatang.
When Values Have Not Yet Become Behavior: The Urgency of Identifying Objectives in Islamic Education Instructional Design Afriani Afriani; Amelia Amelia; Nurul Aini; Samsinar Syarifuddin
Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences Vol. 1 No. 3 (2026): : September: Safīnah: Indonesian Journal of Sharia and Islamic Sciences
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High academic achievement in Islamic Education does not always correspond with consistent religious behavior among students. This study examines this discrepancy by positioning instructional objective identification as a strategic point linking religious knowledge with behavioral formation. The research employed a non-empirical qualitative approach through library research, synthesizing classical Islamic educational thought with contemporary literature on instructional design, assessment, motivation, and value internalization. The analysis indicates that the dominance of cognitively oriented objectives tends to direct teaching and assessment toward knowledge acquisition, while affective, practical, and spiritual-motivational outcomes receive less explicit attention. The study identifies four interrelated dimensions of behavior-oriented objectives: cognitive, affective, practical, and spiritual-motivational. These dimensions are operationalized through a four-stage framework consisting of identifying core values and learner context, translating values into multidimensional objectives, aligning activities and assessments with behavioral indicators, and conducting reflection and follow-up. The framework emphasizes that religious behavior should be deliberately designed as an intended learning outcome rather than assumed to emerge automatically from cognitive mastery. The study provides a conceptual foundation for teachers and instructional designers to align objectives, learning activities, assessment, teacher modeling, and environmental reinforcement in supporting the transformation of religious knowledge into internalized and sustained behavior.