Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental pola interaksi sosial serta dinamika konflik dalam masyarakat modern. Transformasi ini tidak hanya memperluas ruang komunikasi, tetapi juga menciptakan bentuk konflik baru yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan konflik konvensional. Konflik yang terjadi di ruang digital cenderung berlangsung lebih cepat, melibatkan aktor yang lebih luas, serta memiliki dampak yang lebih kompleks karena terhubung dengan sistem teknologi berbasis algoritma. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe-tipe konflik digital serta menganalisis pola perkembangan konflik tersebut dalam perspektif masyarakat jaringan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi literatur yang bersifat analitis-kritis, dengan mengkaji berbagai sumber akademik yang relevan dan dapat diakses secara terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik digital dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe utama, yaitu konflik informasi, konflik identitas, konflik kepentingan, serta konflik struktural yang dipengaruhi oleh sistem platform digital. Setiap tipe konflik memiliki mekanisme pemicu, pola eskalasi, serta dampak yang berbeda, namun saling berkaitan dalam membentuk dinamika konflik yang lebih luas. Perkembangan konflik digital menunjukkan kecenderungan menuju intensifikasi emosi, polarisasi sosial, serta fragmentasi ruang publik yang semakin tajam. Kondisi ini memperlihatkan bahwa konflik digital tidak dapat dipahami semata-mata sebagai akibat dari perilaku individu, melainkan sebagai hasil interaksi kompleks antara teknologi, struktur sosial, serta logika ekonomi platform digital. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam memahami dan mengelola konflik digital, tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui penguatan literasi digital kritis serta reformasi tata kelola platform