Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Smart Institution Management: Integrasi Artificial Intelligence dalam Transformasi Lembaga Pendidikan Modern Sudirman Anwar; Said Maskur; Muhammad Faisal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.8832

Abstract

Transformasi digital yang didorong oleh perkembangan artificial intelligence (AI) telah mengubah secara fundamental paradigma manajemen lembaga pendidikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif integrasi AI dalam transformasi manajemen lembaga pendidikan modern melalui pendekatan Smart Institution Management. Dengan menggunakan metode kualitatif-komparatif dan analisis literatur sistematis terhadap 25 sumber akademik terpilih, studi ini mengembangkan framework Smart Institution Management yang mencakup lima dimensi integrasi AI, yaitu: smart governance, smart curriculum, smart human resource, smart infrastructure, dan smart community engagement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi AI dalam lembaga pendidikan Islam Indonesia menghadapi tantangan struktural berupa kesenjangan digital, resistensi institusional, dan dilema etis antara efisiensi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan. Namun, peluang transformatif teridentifikasi melalui optimalisasi pengambilan keputusan berbasis data, personalisasi pembelajaran adaptif, dan otomasi administrasi akademik. Model Smart Management yang dikembangkan dalam penelitian ini menawarkan indikator terukur untuk setiap dimensi integrasi, serta menyediakan roadmap strategis bagi lembaga pendidikan Islam untuk bertransformasi secara bertahap. Studi kasus terhadap pesantren dan universitas Islam di Indonesia mengilustrasikan bahwa keberhasilan transformasi sangat bergantung pada kepemimpinan transformatif, kesiapan infrastruktur digital, dan keselarasan antara inovasi teknologi dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teori manajemen pendidikan Islam di era AI serta menawarkan rekomendasi praktis bagi pemangku kebijakan pendidikan
Islamic Worldview in Science: Transformasi Paradigma Ilmu di Era Disrupsi Digital Sudirman Anwar; Said Maskur; Muhammad Faisal
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i4.8742

Abstract

Artikel ini mengkaji transformasi paradigma ilmu dalam perspektif Islamic worldview di tengah era disrupsi digital, dengan fokus pada analisis kritis terhadap dikotomi ilmu agama dan ilmu umum serta rekonstruksi epistemologi integratif yang berbasis pada tauhid. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis hermeneutis terhadap literatur akademis kontemporer mengenai islamisasi ilmu, integrasi sains-agama, dan epistemologi Islam. Kerangka teoretis penelitian mengintegrasikan konsep Islamisasi Ilmu Al-Faruqi, de-westernization of knowledge Al-Attas, dan sacred science Nasr untuk membangun model analisis transformasi paradigma ilmu yang holistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) dikotomi ilmu agama dan ilmu umum merupakan warisan epistemologis kolonial yang terus berlanjut dalam sistem pendidikan Islam kontemporer dan diperparah oleh logika disrupsi digital yang cenderung sekular-materialistis; (2) paradigma sains bebas nilai yang menjadi fondasi ilmu pengetahuan modern mengalami krisis etis yang signifikan, terutama dalam konteks perkembangan teknologi digital yang menimbulkan problem dehumanisasi dan disorientasi pengetahuan; (3) rekonstruksi epistemologi Islam yang integratif, dengan menjadikan tauhid sebagai dasar ontologis dan epistemologis, mampu menawarkan paradigma alternatif yang mengharmoniskan dimensi spiritual dan rasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan di era digital. Artikel ini mengusulkan model transformasi paradigma ilmu berbasis Islamic worldview yang terdiri dari empat dimensi: ontologis, epistemologis, aksiologis, dan teleologis, sebagai kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang bermoral dan bermakna di era Society 5.0