Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Moderasi Beragama dalam Perspektif Integrasi Keilmuan Islam: Analisis terhadap Rekonstruksi Epistemologi Pendidikan Islam Kontemporer Suroso; Muhammad Faisal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.10397

Abstract

Artikel ini mengkaji moderasi beragama dalam perspektif integrasi keilmuan Islam dengan fokus pada rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam kontemporer. Pendidikan Islam saat ini menghadapi krisis epistemologis yang berakar pada dikotomi ilmu agama dan ilmu umum, dominasi pendekatan bayani yang tekstualis-normatif, serta lemahnya integrasi antara penalaran rasional, eksperimen empiris, dan pengalaman spiritual. Krisis ini berdampak pada munculnya dua kutub ekstrem yang sama-sama merugikan: literalisme tekstual yang cenderung eksklusif pada satu sisi, dan liberalisme sekular yang kehilangan akar tradisi pada sisi lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis wacana filosofis-pedagogis. Kerangka teoretis dibangun dengan menempatkan integrasi keilmuan Islam sebagai paradigma, rekonstruksi epistemologi sebagai fokus analisis, dan moderasi beragama sebagai orientasi teleologis. Temuan utama menunjukkan bahwa rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam harus dilakukan melalui integrasi tiga pendekatan keilmuan klasik yaitu bayani (tekstual-linguistik), burhani (rasional-empirik), dan irfani (intuitif-spiritual) dalam kerangka kesatuan ilmu (unity of science) yang berpusat pada tauhid. Model integratif ini menghasilkan epistemologi moderasi yang bercirikan keseimbangan antara tekstual dan kontekstual, rasional dan spiritual, universal dan partikular, serta transendensi dan immanensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam kontemporer merupakan keniscayaan historis dan teoretis untuk menghasilkan pendidikan Islam yang memoderasi, bukan sekadar mengajarkan tentang moderasi. Implikasi praktisnya mencakup reformasi kurikulum, pengembangan kompetensi dosen, dan transformasi budaya akademik di institusi pendidikan Islam.