Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Moderasi Beragama dan Literasi Teknologi dalam Pendidikan Islam: Analisis Mode Pembelajaran Era Society 5.0 Muhammad Sahwil; Muhammad Faisal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.10398

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi moderasi beragama dan literasi teknologi dalam pendidikan Islam sebagai respons strategis terhadap tantangan era Society 5.0 yang menuntut reorientasi fundamental terhadap mode pembelajaran. Era Society 5.0 yang ditandai oleh fusi ruang fisik, digital, dan biologis telah menciptakan kondisi new normal di mana pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas konvensional, melainkan berlangsung dalam ekosistem digital yang hiper-terhubung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis wacana pendidikan. Kerangka teoretis dibangun secara tiga lapis: teori masyarakat jaringan dan revolusi industri keempat (Castells, Schwab, Floridi) sebagai grand theory, teori digital religion dan connectivism (Campbell, Siemens, Downes) sebagai middle theory, serta teori moderasi beragama dan integrasi keilmuan Islam (Shihab, Kemenag RI, Auda, Amin Abdullah, Al-Attas) sebagai applied theory. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi moderasi beragama dan literasi teknologi dalam mode pembelajaran era Society 5.0 memerlukan empat dimensi: (1) reorientasi epistemologis yang mengintegrasikan nilai-nilai wasathiyyah dalam desain pembelajaran digital; (2) pengembangan mode pembelajaran hybrid-collaborative yang berbasis pada literasi teknologi kritis dan etika Islam; (3) penguatan kompetensi pedagogik-digital guru PAI dalam menavigasi disrupsi teknologi; dan (4) konstruksi budaya digital religius yang menyeimbangkan dimensi teologis dan sosiologis Islam. Penelitian menyimpulkan bahwa masa depan pendidikan Islam di era Society 5.0 terletak pada kemampuan mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dengan literasi teknologi secara dialogis-reflektif, sehingga lahir generasi muslim yang beriman, berilmu, dan melek teknologi. Implikasi praktis adalah perlunya lembaga pendidikan Islam mengembangkan kurikulum integratif, kapasitas guru, dan tata kelola pembelajaran digital yang berbasis nilai wasathiyyah