Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Keilmuan Islam dalam Perspektif Kuntowijoyo dan Amin Abdullah: Telaah terhadap Pengembangan Akademik PTKI Reno Pardiansyah; Muhammad Faisal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.10402

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi keilmuan Islam dalam perspektif Kuntowijoyo dan M. Amin Abdullah serta implikasinya bagi pengembangan akademik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis filosofis-komparatif. Kerangka teoretis dibangun secara berlapis: Pengilmuan Islam Kuntowijoyo sebagai grand theory, paradigma Integrasi-Interkoneksi Amin Abdullah sebagai middle theory, Islamisasi Ilmu al-Attas dan al-Faruqi serta Sacred Science Nasr sebagai supporting theory, dan pendekatan Multidisiplin-Interdisiplin-Transdisiplin Amin Abdullah sebagai applied theory. Temuan utama menunjukkan bahwa Kuntowijoyo dan Amin Abdullah memiliki konvergensi dalam menolak dikotomi ilmu agama dan ilmu umum, namun memiliki perbedaan paradigmatik: Kuntowijoyo menawarkan pengilmuan Islam sebagai proyek profetik-transformatif yang berorientasi pada pembebasan umat, sementara Amin Abdullah menawarkan integrasi-interkoneksi sebagai paradigma dialogis-interkonektif yang berorientasi pada pengembangan studi Islam kontemporer yang lintas-disiplin. PTKI sebagai institusi pendidikan tinggi Islam di Indonesia menghadapi tantangan ganda: di satu sisi harus merekonstruksi epistemologi keilmuan yang integratif, di sisi lain harus menjawab tantangan era digital, kecerdasan buatan, dan globalisasi pendidikan tinggi. Artikel ini mengidentifikasi lima dimensi strategis pengembangan akademik PTKI berbasis integrasi keilmuan: rekonstruksi kurikulum integratif, pengembangan metodologi riset lintas-disiplin, penguatan kapasitas dosen, transformasi tata kelola, dan internasionalisasi pendidikan tinggi Islam. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi keilmuan Islam di PTKI menuntut pergeseran dari paradigma dikotomis-fragmentaris ke paradigma integratif-interkonektif, dari pendekatan monolitis-essentialist ke pendekatan pluralistik-kontekstual, serta dari epistemologi tertutup ke epistemologi terbuka-dialogis. Implikasi praktis adalah perlunya PTKI mengembangkan ekosistem akademik yang mengintegrasikan wahyu, rasio, dan pengalaman empiris sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi, serta membangun komunitas epistemologis lintas-disiplin yang mampu menjembatani tradisi dan modernitas