T Yuan Rasuna
Universitas Pembangunan Panca Budi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF THE SRPMK STEEL STRUCTURE ZONE PANEL MODELING METHOD ON THE SIMULATION RESULTS OF THE COLLAPSE OF THE PANCA BUDI UNIVERSITY CAMPUS BUILDING DUE TO EARTHQUAKE VIBRATION T Yuan Rasuna; Muhammad Zaki Chairuman; Syarbaini Lubis
Journal of Information Technology, computer science and Electrical Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/jitcse.v2i2.221

Abstract

This study aims to analyze the panel zone modeling method of SRPMK steel structure (Small Moment Full Frame System) in the context of simulating the collapse of the Panca Budi Development University campus building due to earthquake vibrations. With the increasing frequency and intensity of earthquakes, it is important to understand the behavior of steel structures, especially in the part of the zone panel that serves as a transition between beams and columns. The safety of students while on campus is a critical issue, considering that they spend a significant amount of time in these buildings. This study uses structural analysis software to identify the response of buildings to various earthquake scenarios. The simulation results show that the SRPMK method can accurately predict the collapse behavior of the panel zone, identify weak points and provide guidance in design improvements to improve the resilience of the building. These findings are expected to serve as a reference for structural designers in designing safer and more earthquake-resistant buildings, as well as contributing to the development of better construction standards in Indonesia, in order to maintain the safety and comfort of students during the learning process on campus.
Studi Pemodelan Struktur Baja SRPMK 10 Lantai dengan Panel Zone di Kota Medan (Zona Gempa Indonesia) T Yuan Rasuna
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8126

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan intensitas gempa bumi yang tinggi sehingga memerlukan perencanaan struktur bangunan yang andal dan tahan gempa. Salah satu sistem struktur yang sering digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) pada bangunan baja, di mana pertemuan antara balok dan kolom dapat dilengkapi dengan Panel Zone. Keberadaan panel zone diketahui dapat memengaruhi kekakuan dan kinerja seismik suatu struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan panel zone terhadap respons seismik bangunan baja 10 lantai yang menggunakan SRPMK pada kondisi tanah lunak di Kota Medan, sesuai ketentuan SNI 1726:2019 dengan kategori desain seismik D dan faktor keutamaan gempa 4. Metode penelitian dilakukan melalui pemodelan struktur baja 10 lantai dengan dua kondisi, yaitu menggunakan panel zone dan tanpa panel zone, menggunakan perangkat lunak ETABS. Parameter yang dianalisis meliputi roof displacement, story drift ratio, serta verifikasi terhadap konsep Strong Column-Weak Beam (SC-WB) berdasarkan SNI 7860:2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangunan dengan panel zone cenderung lebih semi-rigid dibandingkan dengan bangunan tanpa panel zone yang lebih rigid. Perbandingan displacement atap menunjukkan peningkatan sebesar 10,63% pada arah X dan 9,25% pada arah Y untuk bangunan dengan panel zone. Demikian pula, nilai story drift ratio lebih besar pada bangunan dengan panel zone, meskipun keduanya masih berada dalam batas aman sesuai peraturan. Hal ini membuktikan bahwa panel zone memungkinkan terjadinya deformasi geser pada sambungan balok–kolom, sehingga struktur dapat menyerap energi gempa lebih baik meski terjadi peningkatan simpangan. Kesimpulannya, penggunaan panel zone dapat meningkatkan daktilitas struktur dengan mengubah perilaku menjadi semi-rigid, namun menyebabkan displacement dan story drift yang lebih besar dibandingkan struktur tanpa panel zone. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya perhatian khusus dalam desain sambungan panel zone agar tetap memenuhi kriteria keamanan sekaligus memberikan kapasitas deformasi yang memadai pada struktur baja tahan gempa di Indonesia.