Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEREMPUAN DAN MEDIA SOSIAL: KONSTRUKSI IDENTITAS DALAM RUANG DIGITAL Tri Nur Putri; Tri Rahma Dana; Purnama Sari; Salwiyah Fitriani; Rivie Selvianti
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v7i1.150

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana perempuan membangun dan menegosiasikan identitasnya dalam ruang digital melalui media sosial. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang representasi diri yang kompleks. Dengan menggunakan perspektif teori performativitas gender, tulisan ini menyoroti bagaimana identitas perempuan tidak bersifat tetap, melainkan terus diproduksi dan direproduksi melalui praktik sehari-hari di platform digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis konten terhadap unggahan media sosial serta studi literatur terkait gender dan media digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan berada dalam posisi ambivalen: di satu sisi memiliki agensi untuk mengekspresikan diri, namun di sisi lain tetap terikat pada norma sosial, standar kecantikan, dan tekanan algoritmik yang membentuk cara mereka menampilkan diri. Media sosial dengan demikian menjadi arena tarik-menarik antara kebebasan ekspresi dan reproduksi struktur patriarki. Artikel ini menyimpulkan bahwa identitas perempuan di ruang digital merupakan hasil dari proses negosiasi yang dinamis antara subjektivitas individu dan kekuatan sosial yang lebih luas.
STRATEGI KESANTUNAN BAHASA PADA ANAK REMAJA: MENGUNGKAPKAN KEINGINAN Usmala Dewi Siregar; Tri Rahma Dana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2024): Nopember 2024
Publisher : CV. Indie Press Edutaste

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/d11ym610

Abstract

Remaja mengembangkan kompetensi pragmatik seiring dengan meningkatnya intensitas interaksi sosial di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Salah satu aspek penting dari kompetensi tersebut adalah kemampuan mengungkapkan keinginan, permintaan, maupun pendapat secara santun sehingga hubungan interpersonal tetap terjaga dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam menerapkan strategi kesantunan bahasa ketika mengungkapkan keinginan dalam berbagai konteks komunikasi. Melalui pelatihan interaktif, diskusi, dan permainan peran (role play), peserta diperkenalkan pada penggunaan strategi kesantunan yang sesuai dengan hubungan antara penutur dan mitra tutur, jarak sosial, serta situasi komunikasi. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi komunikasi remaja sehingga mereka dapat menyampaikan keinginan secara sopan, percaya diri, dan efektif dalam kehidupan sehari-hari.
REVITALISASI ETIKA REMAJA LABUHANBATU: ANALISIS SEMIOTIKA TARI PILANDOK TAKIAL-KIAL SEBAGAI PEDOMAN PERILAKU Tri Rahma Dana; Andra Maulana Syachrendra; Adib Alriansyah; Andini Eka Syafitri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6415

Abstract

Abstract: This study aims to explore the pedagogical values within the Pilandok Takial Kial dance as an instrument for revitalizing youth ethics in Labuhanbatu Regency. In the digital era, teenagers face challenges of moral degradation and identity crisis that distance them from their local cultural roots. This study employs a qualitative approach with descriptive-analytical methods using Roland Barthes' Semiotic theory. Data were collected through textual observation of movements, literature studies, and in-depth interviews with dance maestros and traditional leaders. The results show that the Pilandok dance is not merely an aesthetic representation of a mousedeer’s movements but a system of signs containing strategic moral messages. Symbols of vigilance (eyes), resilience (takial-kial feet), and manners (worship gestures) are manifestations of the "civilized ingenuity" concept. The implications of this study emphasize the importance of integrating dance philosophy into character education curricula to shape a Generation Z that is intellectually bright yet still upholds Malay values of politeness. Keywords: Pilandok Takial Kial Dance, Semiotics, Youth Ethics, Labuhanbatu, Cultural Revitalization.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai pedagogis dalam Tari Pilandok Takial Kial sebagai instrumen revitalisasi etika remaja di Kabupaten Labuhanbatu. Di era digital, remaja menghadapi tantangan degradasi moral dan krisis identitas yang menjauhkan mereka dari akar budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui teori Semiotika Roland Barthes. Data dikumpulkan melalui observasi tekstual gerak, studi literatur, serta wawancara mendalam dengan maestro tari dan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Pilandok bukan sekadar representasi estetika gerak kancil, melainkan sebuah sistem tanda yang mengandung pesan moral strategis. Simbol kewaspadaan (mata), resiliensi (kaki takial-kial), dan adab (gestur sembah) merupakan manifestasi dari konsep "kecerdikan beradab". Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi filosofi tari ke dalam kurikulum pendidikan karakter untuk membentuk Generasi Z yang cerdas secara intelektual namun tetap menjunjung tinggi nilai kesantunan Melayu. Kata kunci: Tari Pilandok Takial Kial, Semiotika, Etika Remaja, Labuhanbatu, Revitalisasi Budaya.