Abd. Hadi
Universitas Al-falah As-Sunniyah kencong jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Mutu Pembelajaran dan Konseling Karir Anak: Evaluasi Program Pencegahan Anak Bekerja Pasca-Lulus SD ISLAM NURUL BAROKAH GELANG SUMBERBARU Abd. Hadi; Moh. Sahlan
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juni 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i6.2302

Abstract

Fenomena anak yang langsung bekerja setelah lulus Sekolah Dasar menjadi perhatian serius, karena berisiko menghambat perkembangan fisik, mental, dan masa depan anak. Peran pendidikan berkualitas serta layanan bimbingan dan konseling karir di sekolah dinilai sangat penting untuk menanamkan pemahaman akan pentingnya pendidikan lanjutan dan mencegah praktik anak bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen mutu pembelajaran dan layanan konseling karir, serta mengevaluasi efektivitas program pencegahan anak bekerja yang dilaksanakan di SD Islam Nurul Barokah, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif. Lokasi penelitian berada di SD Islam Nurul Barokah. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, tenaga konselor, orang tua, dan siswa yang telah lulus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu mencakup tahap perencanaan kurikulum yang relevan, pelaksanaan pembelajaran yang menyentuh aspek nilai dan motivasi, serta pengawasan dan evaluasi berkala terhadap layanan pendidikan dan konseling karir. Program yang dilaksanakan memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran siswa dan orang tua akan pentingnya pendidikan lanjutan, serta penurunan jumlah anak yang bekerja pasca lulus sekolah. Disimpulkan bahwa manajemen mutu pembelajaran dan konseling karir berjalan cukup efektif dalam mencegah anak bekerja, namun masih perlu peningkatan kolaborasi dengan pihak orang tua dan masyarakat agar hasilnya lebih optimal.
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL: MODEL INTEGRATIF HASIL SINTESIS PEMIKIRAN BHIKHU PAREKH DAN PERSPEKTIF ISLAM Muhammad Mahfud; Muhammad Hori; Solihin; Afifatus Sholeha; Sugiyanto; Abd. Hadi; Titarini
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 6 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juni 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i6.2317

Abstract

Keberagaman merupakan realitas yang melekat pada kehidupan bangsa Indonesia sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang harmonis. Namun, di tengah arus globalisasi, meningkatnya intoleransi, radikalisme, serta kecenderungan eksklusivisme dalam praktik pendidikan agama menghadirkan tantangan serius bagi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi tersebut menuntut hadirnya paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan aspek teologis, tetapi juga mampu menumbuhkan sikap inklusif, humanis, dialogis, dan berkeadaban. Dalam konteks ini, pemikiran multikulturalisme Bhikhu Parekh menawarkan perspektif filosofis yang menempatkan keberagaman budaya sebagai kekayaan kemanusiaan yang harus dihargai melalui pengakuan, kesetaraan, dan dialog kritis. Di sisi lain, Islam memiliki landasan normatif yang kuat dalam memandang pluralitas sebagai Sunnatullah, sebagaimana tercermin dalam prinsip ta'aruf, keadilan (al-'adl), persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah basyariyyah), musyawarah, dan konsep rahmatan lil 'alamin. Berangkat dari kedua perspektif tersebut, artikel ini bertujuan menganalisis konsep multikulturalisme Bhikhu Parekh, mengkaji koherensinya dengan perspektif Islam, serta merumuskan implikasinya terhadap pengembangan sistem Pendidikan Agama Islam yang lebih inklusif dan transformatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis kritis terhadap karya-karya Bhikhu Parekh, literatur Pendidikan Agama Islam, artikel ilmiah, serta sumber-sumber normatif Islam yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengintegrasikan berbagai konsep untuk menghasilkan sintesis yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat keselarasan substansial antara pemikiran Bhikhu Parekh dan nilai-nilai universal Islam dalam memandang keberagaman sebagai realitas yang harus dikelola melalui penghormatan terhadap martabat manusia, dialog yang konstruktif, dan keadilan sosial. Integrasi kedua perspektif tersebut melahirkan paradigma pengembangan Pendidikan Agama Islam yang menekankan transformasi kurikulum, pembelajaran dialogis, penguatan kompetensi guru, serta sistem evaluasi yang responsif terhadap keberagaman budaya. Kebaruan artikel ini terletak pada formulasi model konseptual yang mengintegrasikan teori multikulturalisme kritis Bhikhu Parekh dengan landasan teologis Islam sebagai paradigma pengembangan Pendidikan Agama Islam yang tetap berakar pada nilai-nilai akidah, namun sekaligus adaptif terhadap dinamika masyarakat multikultural. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam yang mampu membentuk generasi muslim yang religius, moderat, toleran, serta memiliki kemampuan hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat yang majemuk.