Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Kembali Kehidupan Sosial Masyarakat Huntap Bumi Semeru Damai dalam Perspektif AGIL Talcott Persons: Rebuilding the Social Life of Bumi Semeru Damai Huntap Communities in Talcott Parsons’ AGIL Perspective Aulia Firdha Nanda; Amal Taufiq; Rasamala I.W Putri
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 10 No. 1 Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v10i1.30934

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana masyarakat huntap Bumi Semeru Damai membangun kembali kehidupan sosial pascabencana erupsi Gunung Semeru melalui Teori AGIL Talcott Parsons (adaptation, goal attainment, integration, dan latency) digunakan dalam analisis penelitian untuk menjelaskan dinamika dalam rekonstruksi kehidupan sosial masyarakat setelah bencana. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengkaji proses pembangunan kembali kehidupan sosial masyarakat melalui pemenuhan fungsi-fungsi AGIL di kawasan Hunian Tetap Bumi Semeru Damai. Ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang biasanya berfokus pada aspek pembangunan fisik dan pemulihan infrastruktur.. Penelitian ini penting dilakukan karena relokasi masyarakat tidak hanya berdampak pada perubahan fisik tempat tinggal, tetapi juga perubahan hubungan sosial, ekonomi, dan pola kehidupan masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun solidaritas sosial melalui kegiatan bersama, mencapai tujuan hidup yang lebih aman, serta mempertahankan nilai religius dan kebersamaan sebagai bentuk ketahanan sosial pascabencana. Keberadaan huntap tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal aman, tetapi juga sebagai ruang pemulihan sosial masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana perlu memperhatikan aspek sosial selain pembangunan fisik.