Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan ruang Mini Living Museum di SMP Dewi Sartika Bandung sebagai media pembelajaran interaktif sekaligus sarana pelestarian identitas budaya pendidikan Raden Dewi Sartika. Permasalahan yang dihadapi adalah belum optimalnya fungsi ruang museum sebagai media edukasi dan interaksi pedagogis, sehingga pemanfaatannya dalam mendukung pembelajaran dan penguatan nilai-nilai historis masih terbatas. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan desain partisipatif berbasis kebutuhan dengan melibatkan guru, siswa, orang tua, dan Yayasan Dewi Sartika sebagai pemangku kepentingan utama. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna berdasarkan perspektif teori human behaviour. Data dianalisis secara tematik dengan mempertimbangkan aspek fungsi desain interior guna menghasilkan rancangan ruang yang mendukung interaksi pedagogis dan pelestarian nilai sejarah. Hasil kegiatan berupa implementasi desain Mini Living Museum yang mengintegrasikan nilai historis, unsur budaya, serta kebutuhan pembelajaran bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Desain yang dihasilkan mampu memperkuat interaksi antara guru dan siswa, meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan ruang pendidikan berbasis budaya yang dapat direplikasi pada berbagai institusi pendidikan sebagai upaya pelestarian warisan budaya melalui inovasi desain ruang pembelajaran