Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secarra progresif sehingga pasien memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis, untuk mempertahankan kelagsungan hidup. Terapi hemodialisis dilakukan secara jangka Panjang sehingga kepatuhan pasien dalam menjalani terapi menjalani faktor penting yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Ketidakpatuhan terhadap jadwal dialysis dan anjuran terapi berpotensi meningkatkan komplikasi serta memperburuk kondisi fisik dan psikologis pasien.penelitian ini bertujuan untuk menganal,isis hubungan kepatuhan menujalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien CKD di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 194 responden yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Data kepatuhan terapi dikumpulkan menggunakan kuesioner ESRD-AQ, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan instrument KDQOL-36. Analisis data dilakukan dengan uji statistic Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan terapi yang tinggi, yaitu sebesar 79,1%. Analisis statistic menunjukkan terdapat perbedaan kualitas hidup yang signifikan pada domain Effect of Kidney Disease (p=0,002), Burden of Kidney Disease (p=0,001). Namun, pada domain Sympton Problem List tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (p=0,550). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan menjalani terapi hemodialisa berhubungan dengan kualitas hidup pasien CKD, terutama pada aspek dampek penyakit, beban penyakit, serta komponen fisik dan mental.