Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGENALAN LINGUISTIK FORENSIK DAN KEJAHATAN BERBAHASA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN LITERASI DIGITAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN DAAR EL-HUDA CURUG KABUPATEN TANGERANG J. Anhar Rabi Hamsah Tis’ah; Ahmad Suryadi; Tia Febrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6719

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas komunikasi daring di kalangan generasi muda, termasuk santri pondok pesantren. Di sisi lain, meningkatnya penggunaan media sosial juga diikuti oleh berbagai bentuk kejahatan berbahasa seperti ujaran kebencian, perundungan siber, penipuan daring, penyebaran hoaks, dan ancaman verbal yang memiliki konsekuensi hukum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman santri mengenai linguistik forensik, kejahatan berbahasa, serta etika komunikasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Program dilaksanakan di Pondok Pesantren Daar El-Huda Curug Kabupaten Tangerang dengan menggunakan pendekatan Participatory-Based Community Development. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, simulasi analisis kasus kebahasaan, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan terdiri atas 60 santri dan 15 guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep linguistik forensik dan kejahatan berbahasa sebesar 82%, meningkatnya kemampuan peserta dalam mengidentifikasi bentuk-bentuk pelanggaran bahasa digital sebesar 78%, serta terbentuknya budaya komunikasi yang lebih santun dan bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan menghasilkan modul pembelajaran linguistik forensik berbasis pesantren dan kelompok pelopor literasi digital sebagai strategi keberlanjutan program. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi linguistik forensik, literasi digital, dan pendidikan karakter Islam dapat menjadi model efektif dalam membangun ketahanan sosial dan budaya komunikasi yang sehat di lingkungan pesantren.
Ujaran Satir atau Penghinaan? Analisis Linguistik Forensik terhadap Frasa “Prabodoh Subiantotol” dalam Diskursus Politik Indonesia J. Anhar Rabi Hamsah Tis’ah; Andri Purwanto; Yakobus M. Langkelang Niron
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v5i2.6309

Abstract

This study analyzes the linguistic construction, semantic meaning, pragmatic function, and forensic implications of the phrase “Prabodoh Subiantotol” in Indonesian political discourse. The issue is important because digital political speech often blurs the boundary between democratic criticism, political satire, and insult. This study uses a descriptive qualitative method with a forensic linguistics perspective. Data were collected from audiovisual documentation, online news reports, and public digital responses that discussed the phrase. The analysis focuses on lexical modification, evaluative meaning, speech act function, implied meaning, communicative context, and possible social-legal interpretation. The findings show that the phrase is formed through name modification and wordplay by inserting negative lexical elements into a personal name. Semantically, the elements “bodoh” and “tolol” create a derogatory evaluation. Pragmatically, the utterance functions as political criticism, yet it also targets personal identity. The study concludes that the phrase occupies a grey area between political satire and insult. The study contributes a contextual model for assessing controversial digital utterances
Constructing Ecological Literacy through the Picturebook Berli and the Sea: A Multimodal Analysis for Language Education Mutiarani Mutiarani; Khaerunnisa Khaerunnisa; J. Anhar Rabi Hamsah Tis’ah; Irpan Ali Rahman; Adzkiya Naila El Aziz
English Language in Focus (ELIF) Vol. 9 No. 1 (2026): English Language in Focus (ELIF)
Publisher : English Department, Faculty of Education, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elif.9.1.173-188

Abstract

Picturebooks are increasingly recognized as multimodal texts that can support environmental education. However, limited research has examined how verbal and visual modes work together to construct ecological literacy in Indonesian children’s literature. This qualitative study examines the multimodal construction of ecological literacy in Berli and the Sea and its pedagogical potential for language education. The picturebook was analysed using Systemic Functional Linguistics, the Grammar of Visual Design, and Intersemiotic Complementarity, with a focus on verbal, visual, and intersemiotic meanings. The findings show a gradual shift in the representation of the sea from a narrative setting to an ecological participant with relational and ethical significance. Verbal language highlights causal relationships between human actions and environmental change, while visual features such as composition, salience, framing, and perspective convey emotional responses and ecological vulnerability. The interaction between verbal and visual modes connects cognitive understanding, emotional engagement, ethical awareness, and ecological responsibility. These findings demonstrate how integrated semiotic resources construct ecological meanings and highlight the potential of picturebooks for environmental vocabulary, critical reading, visual literacy, and multimodal environmental communication in language education.