Iqbal Ramadhan Irsyad Yudiono
UIN Raden Mas Said, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Budaya Literasi Guru melalui Sosialisasi Kebijakan “Hari Belajar Guru” bagi Kepala Madrasah Muhammad Munadi; Pratiwi Rahmah Hakim; Kholis Firmansyah; Mayana Ratih Permatasari; Iqbal Ramadhan Irsyad Yudiono
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 6 No 1 (2026): Educate: Journal of Community Service in Education
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergeseran zaman dan dinamika disrupsi pendidikan menuntut guru untuk senantiasa memperbarui kompetensi pedagogik secara berkelanjutan. Namun, ketergantungan absolut pada forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang hanya dilaksanakan sebulan sekali terbukti kurang efektif dalam membangun ekosistem belajar yang berkesinambungan. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses sosialisasi dan implementasi kebijakan "Hari Belajar Guru" berdasarkan Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 kepada Kepala Madrasah se-Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan meliputi pendekatan sosialisasi manajerial melalui empat tahapan sistematis: koordinasi, sosialisasi, implementasi, dan evaluasi. Subjek sasaran adalah para pimpinan madrasah, dengan lokus implementasi spesifik di MTs Negeri 1 Sragen. Instrumen evaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman manajerial yang masif, khususnya pada indikator teknis penjadwalan mandiri (dari 38,2% menjadi 94,5%) dan legalitas penggunaan dana operasional sekolah untuk Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (dari 35,0% menjadi 92,4%). Kepastian manajerial ini langsung diimplementasikan di MTs Negeri 1 Sragen melalui gerakan literasi harian "Membaca Bersama, Mengajar Lebih Bermakna". Simpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa intervensi manajerial melalui kepemimpinan transformasional sangat krusial dalam mengubah regulasi birokrasi menjadi budaya self-directed learning yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan di satuan pendidikan.