Yusi marsela
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Ipa Universitas Muhammadiyah Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN DAN KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI WUJUD AKTUALISASI SIKAP BELA NEGARA DI KALANGAN GENERASI MUDA Arina khoirunnisa; Nabila Syahputri; Urbani Dewi Sugati; Derta Ulina BR Manullang; Ralda Aprilia; Lili Agustina; Yaumel Tri Azahra; Mulyana; Yusi marsela; Andela khairunnisa; Perawati
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i7.2389

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki kedudukan strategis sebagai bahasa nasional dan bahasa negara yang dikukuhkan dalam Sumpah Pemuda 1928 dan Undang-Undang Dasar 1945 Bab XV Pasal 36. Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa Indonesia juga merupakan simbol identitas, kebanggaan, dan pemersatu bangsa yang terdiri atas beragam suku, budaya, dan bahasa daerah. Di sisi lain, bela negara merupakan tekad, sikap, dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara penggunaan dan pelestarian bahasa Indonesia dengan upaya bela negara secara non-fisik, khususnya di kalangan generasi muda. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber jurnal ilmiah, buku, dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecintaan dan kesetiaan terhadap bahasa Indonesia merupakan salah satu bentuk aktualisasi sikap bela negara, karena bahasa menjadi benteng pertahanan identitas dan kedaulatan bangsa di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa asing. Dengan demikian, penguatan literasi serta kebanggaan berbahasa Indonesia perlu terus digalakkan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.