Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari media manipulatif balok edukatif (Block) terhadap kemampuan representasi matematis siswa kelas dua sekolah dasar dalam mengerjakan soal pengurangan. Kompetensi kunci dalam pendidikan matematika adalah kemampuan untuk menggambarkan ide-ide matematika dalam berbagai cara. Hal ini memungkinkan siswa untuk lebih mudah memahami topik matematika yang abstrak. Keterampilan siswa kelas dua SD masih berada dalam tahap awal perkembangan, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan usianya, seperti penggunaan media manipulatif yang dapat membantu siswa belajar sesuai dengan tahap perkembangan kognitifnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain kelompok kontrol non-ekuivalen dengan teknik kuasi-eksperimental. Penelitian ini melibatkan 32 siswa kelas dua SDIT baitussalam, 16 siswa kelompok eksperimen dan siswa kelompok kontrol. Instrumen tes berbentuk esai yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya untuk mengukur kemampuan representasi matematis siswa. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kemampuan representasi matematis antara siswa kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran menggunakan media manipulatif Balok Edukatif (Block) dengan siswa di kelas kontrol yang tidak menggunakan media manipulatif Balok Edukatif (Block) dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji Mann-Whitney U yang memperoleh nilai sig. sebesar 0,047 (< 0,05), sehingga H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media manipulatif Balok Edukatif (Block) berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematis siswa kelas II Sekolah Dasar pada materi pengurangan.