Siti Fatimah Azzahra Syifana
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesulitan Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 2 Cikarang Pusat Siti Fatimah Azzahra Syifana; Salahuddin Salahuddin
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2026): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v4i1.692

Abstract

Perubahan sistem pendidikan di era globalisasi menuntut adanya penyesuaian kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan abad ke-21, sehingga pemerintah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Namun, dalam pelaksanaannya, guru masih menghadapi berbagai kendala baik dari aspek administratif maupun praktik pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 2 Cikarang Pusat, khususnya dalam penyusunan modul ajar, penerapan pembelajaran berdiferensiasi, penyesuaian dengan karakteristik siswa, serta pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka belum berjalan optimal. Guru mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar, memahami konsep kurikulum secara menyeluruh, serta mengelola pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa yang beragam. Selain itu, rendahnya fokus belajar siswa, keterbatasan kemampuan literasi, serta kurangnya kemandirian belajar menjadi tantangan dalam proses pembelajaran. Penerapan penilaian diferensiasi telah dilakukan, namun belum sepenuhnya optimal. Pelaksanaan proyek P5 juga menghadapi kendala dalam hal waktu, koordinasi, dan kolaborasi. Dengan demikian, diperlukan dukungan berupa pelatihan berkelanjutan, peningkatan kompetensi guru, serta optimalisasi sumber daya agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih efektif dan mencapai tujuan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.