Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KEBIJAKAN PENGELOLAAN ASET DAERAH TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN JAYAWIJAYA Jessyca Yarawi Yolmen; Dytha Meninta Nababan; Christine Jois Karubaba; Manggalawati Tande Bura
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 3 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/5kr2fe52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penatausahaan aset daerah, pengawasan dan pengendalian aset daerah, serta kebijakan pengelolaan aset daerah terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif-kausal. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang merupakan aparatur pengelola keuangan dan Barang Milik Daerah pada Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial penatausahaan aset daerah, pengawasan dan pengendalian aset daerah, serta kebijakan pengelolaan aset daerah memiliki arah pengaruh positif, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Namun, secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, dengan nilai signifikansi <0,001 dan nilai R Square sebesar 0,620. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan pemerintah daerah lebih dipengaruhi oleh keterpaduan pengelolaan aset daerah daripada oleh masing-masing aspek secara terpisah. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya perlu memperkuat penatausahaan, pengawasan dan pengendalian, serta implementasi kebijakan pengelolaan aset secara terpadu untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan.
Penguatan Strategi Pemasaran, Inovasi Produk Dan Pengelolaan Keuangan Bagi Pelaku Usaha Mikro Di Kampung Kwadeware Ulfah Rizky Muslimin; Otniel Safkaur; Rizka Aisyah Nurjannah; Christine Jois Karubaba
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11836

Abstract

Usaha mikro berperan penting dalam meningkatkan pendapatan keluarga, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat perdesaan. Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, memiliki potensi usaha berbasis sumber daya lokal, seperti minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO), keripik keladi, hasil pertanian, serta kerajinan tas dan dompet rajut. Namun, pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan dalam pemasaran, pengembangan produk, dan pengelolaan keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro melalui penguatan pemasaran digital, inovasi produk, dan pengelolaan keuangan sederhana. Kegiatan diikuti oleh lebih dari 20 pelaku usaha dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, edukasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi deskriptif. Pendampingan pemasaran mencakup pemanfaatan Facebook dan Instagram, pencantuman lokasi usaha pada Google Maps, serta penyusunan katalog produk. Penguatan inovasi dilakukan melalui perbaikan tampilan, informasi, variasi, dan nilai tambah produk, sedangkan pendampingan keuangan difokuskan pada pemisahan keuangan usaha dan pribadi serta pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Hasil kegiatan menunjukkan tersedianya media pemasaran digital, lokasi usaha pada Google Maps, dan katalog produk yang dapat digunakan oleh mitra. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pengembangan produk dan pencatatan keuangan sederhana. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan partisipatif dan berbasis praktik dapat mendukung kesiapan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan usahanya secara lebih mandiri dan berkelanjutan.