Usaha mikro berperan penting dalam meningkatkan pendapatan keluarga, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat perdesaan. Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, memiliki potensi usaha berbasis sumber daya lokal, seperti minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO), keripik keladi, hasil pertanian, serta kerajinan tas dan dompet rajut. Namun, pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan dalam pemasaran, pengembangan produk, dan pengelolaan keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro melalui penguatan pemasaran digital, inovasi produk, dan pengelolaan keuangan sederhana. Kegiatan diikuti oleh lebih dari 20 pelaku usaha dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, edukasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi deskriptif. Pendampingan pemasaran mencakup pemanfaatan Facebook dan Instagram, pencantuman lokasi usaha pada Google Maps, serta penyusunan katalog produk. Penguatan inovasi dilakukan melalui perbaikan tampilan, informasi, variasi, dan nilai tambah produk, sedangkan pendampingan keuangan difokuskan pada pemisahan keuangan usaha dan pribadi serta pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Hasil kegiatan menunjukkan tersedianya media pemasaran digital, lokasi usaha pada Google Maps, dan katalog produk yang dapat digunakan oleh mitra. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pengembangan produk dan pencatatan keuangan sederhana. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan partisipatif dan berbasis praktik dapat mendukung kesiapan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan usahanya secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026