Investasi Asing Langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) merupakan instrumen penting bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi aliran masuk FDI di 9 negara anggota ASEAN dalam periode tahun 2000–2024. Variabel independen yang diuji meliputi Nilai Tukar (exchange rate), Gross Domestic Product (GDP), Kualitas Regulasi (regulatory quality), Keterbukaan Perdagangan (trade openness), dan Inflasi. Metode analisis data menggunakan regresi data panel dengan pendekatan terbaik yaitu Fixed Effect Model (FEM) serta analisis spasial per negara. Hasil pengujian regional menunjukkan bahwa Gross Domestic Product (GDP) merupakan satu-satunya variabel makroekonomi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap FDI, yang mendukung penuh teori market-seeking investment di kawasan ASEAN. Sebaliknya, pada model gabungan regional, variabel nilai tukar, inflasi, kualitas regulasi, dan keterbukaan perdagangan terbukti tidak berpengaruh signifikan. Meskipun demikian, hasil analisis spasial menunjukkan adanya respons investor yang beragam di tingkat domestik. Variabel kualitas regulasi dan keterbukaan perdagangan terbukti berpengaruh positif dan signifikan hanya pada kelompok negara berkembang seperti Kamboja dan Laos, sementara pada negara manufaktur utama seperti Vietnam dan Thailand, pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat dan peningkatan inflasi justru direspons secara negatif oleh investor akibat adanya kekhawatiran terhadap kenaikan biaya faktor produksi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi domestik serta melakukan penguatan kualitas birokrasi yang spesifik di tiap negara merupakan kunci utama dalam mempertahankan daya saing investasi di kawasan ASEAN. Kata Kunci : Foreign Direct Investment (FDI), GDP, Kualitas Regulasi, Keterbukaan  Perdagangan, ASEAN.