Ach Badri Amien
UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE VALUE OF SUFISM IN THE CUCI MORI TRADITION OF THE PSHT PRAGAAN BRANCH: AN INTERPRETIVE ANTHROPOLOGICAL REVIEW CLIFFORD GEERTZ Ach Badri Amien; Suhendri bin Hasan; Ahmad Solihin Sirojuddin; Musdalifa Musdalifa
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 22 No. 1 (2026): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the ritual of washing the mori (ceremonial cloth) practiced by the Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pragaan Branch during the month of Suro, focusing on its stages and symbolic meanings. Using in-depth observation and interviews with PSHT elders and members, the study identifies three ritual stages: preparation of ritual materials, washing the mori with water from seven springs and setaman flowers, and a closing communal prayer. Each stage symbolizes spiritual renewal, inner purification, and moral discipline. Drawing on Clifford Geertz’s anthropological perspective, the ritual is interpreted as a system of symbols reflecting Javanese-Islamic cultural knowledge. Thick description shows that the ritual functions not only as an annual tradition but also as a means of identity formation, reinforcing brotherhood, moral values, and the continuity of the organization’s cultural and religious ethos.
KONSEP PLURALITAS DI INDONESIA: MENELISIK RELASI ISLAM RAHMAT LI AL-ĀLAMĪN DAN BHINNEKA TUNGGAL IKA: THE CONCEPT OF PLURALITY IN INDONESIA: EXAMINING THE RELATIONSHIP BETWEEN ISLAM RAHMAT LI AL-ĀLAMĪN AND UNITY IN DIVERSITY M. Sa'ad Alfanny; Kamal Yusuf; Alya Himmati; Ach Badri Amien
Mozaic: Islamic Studies Journal Vol. 4 No. 01 (2025)
Publisher : Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mozaic.v4i01.2296

Abstract

Plularitas merupakan keniscayaan yang Allah kehendaki pada pencipta-Nya. Tak terkecuali dengan pluralitas pada tubuh bangsa Indonesia. Cakupan pluralitas di Indonesia tidak hanya mencakup satu hal, karena pluralitas di Indonesia terbentuk dari bahasa, budaya, suku, hingga ras, hal ini kemudian digagas oleh pendiri bangsa sebagai Bhinneka Tunggal Ika. Sedangkan pluralitas untuk mempersatukan di dalam pedoman agama Islam terdapat Rahmat li al-Ālamīn atau agama Islam sebagai rahmat bagi khalayak. Hal ini menjadi menarik dikaji ketika relasi antara Bhinneka Tunggal Ika dan Islam Rahmat li al-Ālamīn dipadukan guna menopang pluralitas yang eksis di Indonesia dengan keanekaragamannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menelaah hubungan Bhinneka Tunggal Ika dengan Islam Rahmat li al-Ālamīn sebagai pijakan pluralitas yang digunakan oleh bangsa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif guna menghasilkan kesimpulan. Dalam penelitian ini akan diuraikan pluralitas menurut Islam dan konsep Bhinneka Tunggal Ika kemudian ditarik korelasi diantara keduanya. Hasil dari pembahasan kesimpulan bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan hal lain dari Islam. Di samping Islam mengajarkan kesatuan untuk membentuk perdamaian, Bhinneka Tunggal Ika juga demikian. Secara tidak langsung keduanya (Bhinneka Tunggal Ika dan Islam Rahmat li al-Ālamīn) selalu beriringan dalam menyikapi setiap konflik yang terjadi di Indonesia.