Jaenuri Jaenuri
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Jl. Semen Indonesia, Area Ladang, Sumberarum, Kec. Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN BAKU ALTERNATIF TERHADAP KUALITAS DAN EFISIENSI PRODUKSI SEMEN DI PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK Nabila Priska Permadani; Luchis Rubianto; Jaenuri Jaenuri
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7293

Abstract

Industri semen merupakan salah satu penyumbang emisi CO₂ global sebesar 5-8%, sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi proses dan keberlanjutan melalui pemanfaatan bahan baku alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi bahan baku alternatif terhadap kualitas dan efisiensi produksi semen di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Metode penelitian menggunakan analisis data sekunder yang diperoleh dari unit Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), dan Perencanaan Bahan Produksi (PBP) di Plant Tuban Unit Section of RKC 1 selama periode September-Desember 2024. Variabel yang dikaji meliputi komposisi kimia klinker, parameter fisika semen, efisiensi produksi, konsumsi energi, serta faktor klinker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan fly ash, bottom ash, dan paper sludge memberikan pengaruh positif terhadap kualitas klinker dengan nilai Lime Saturation Factor (LSF) sebesar 99,26%-101,71%, Silica Ratio (SR) rata-rata 2,2, dan Alumina Ratio (AR) rata-rata 1,62. Parameter fisika menunjukkan waktu ikat awal 140-207 menit dan kuat tekan maksimum 489 kg/cm². Efisiensi produksi berkisar 54,04%-83,52% dengan efisiensi energi rata-rata 79,98% dan efisiensi klinker 66,18%-69,86%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku alternatif mampu meningkatkan efisiensi produksi, mempertahankan kualitas semen, serta mendukung keberlanjutan melalui penurunan faktor klinker dan emisi karbon.