Herman Jamaluddin
Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah Wal-Irsyad Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pengembangan Dakwah Digital bagi Generasi Z di Kota Makassar Herman Jamaluddin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan dakwah digital bagi Generasi Z di Kota Makassar, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi para pelaku dakwah dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam aktivitas dakwah mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan dakwah digital dan komunikasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, telaah dokumen, dan dokumentasi terhadap narasumber yang terdiri dari dai, pengelola lembaga dakwah, dan konten kreator dakwah di Kota Makassar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, analisis perbandingan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan tiga bentuk utama pemanfaatan AI dalam dakwah digital, yaitu: AI sebagai media produksi konten dakwah, AI dalam pengembangan dan distribusi pesan dakwah, serta AI dalam peningkatan interaktivitas dakwah digital. Di antara ketiganya, produksi konten menjadi pemanfaatan yang paling dominan. Penggunaan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Canva AI terbukti meningkatkan efektivitas dan kreativitas penyampaian pesan Islam kepada Generasi Z. Disimpulkan bahwa AI berperan sebagai instrumen pendukung dakwah yang strategis di era digital, namun pemanfaatannya tetap harus dibarengi dengan verifikasi berbasis sumber keislaman yang kredibel dan tanggung jawab etis dari para pelaku dakwah.
Analisis Strategi Manajemen Dakwah berbasis Media Sosial dalam Penyebaran Nilai-Nilai Islam di Kalangan Generasi Muda Syamsul Bahri; Herman Jamaluddin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen dakwah berbasis media sosial dalam penyebaran nilai-nilai Islam di kalangan generasi muda. Penelitian ini penting dilakukan mengingat media sosial telah menjadi ruang komunikasi utama bagi generasi muda sekaligus menjadi sarana yang potensial dalam penyampaian pesan-pesan keislaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola akun dakwah, dai, serta generasi muda sebagai pengguna media sosial. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen dakwah berbasis media sosial dilaksanakan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan secara sistematis. Perencanaan dakwah dilakukan dengan menyusun konten yang sesuai dengan karakteristik generasi muda, sedangkan pelaksanaan dakwah memanfaatkan berbagai platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook. Penggunaan konten visual dan audiovisual terbukti lebih efektif dalam menarik perhatian audiens. Selain itu, interaksi yang terbangun melalui fitur komentar, siaran langsung, dan diskusi digital mampu meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam memahami nilai-nilai Islam. Meskipun demikian, dakwah digital masih menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan dengan konten hiburan dan penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dakwah digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh strategi manajemen dakwah yang terencana, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda pada era digital.