Andi Alamsyah Perdana Putera
Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah Wal-Irsyad Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pencegahan Perceraian melalui Pendekatan Maqāṣid Al-Syarī‘Ah dalam Hukum Keluarga Islam Andi Alamsyah Perdana Putera
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah dalam upaya pencegahan perceraian dalam hukum keluarga Islam serta mengidentifikasi relevansinya terhadap penguatan ketahanan keluarga Muslim di tengah berbagai tantangan sosial kontemporer. Penelitian ini penting dilakukan mengingat meningkatnya angka perceraian yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti persoalan ekonomi, rendahnya kualitas komunikasi, kurangnya pemahaman terhadap hak dan kewajiban pasangan, serta perubahan sosial yang berkembang dalam masyarakat modern. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang berkaitan dengan hukum keluarga Islam, perceraian, dan teori maqāṣid al-syarī‘ah, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah memiliki peran strategis dalam pencegahan perceraian melalui perlindungan terhadap agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-'aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl). Implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui penguatan pendidikan keluarga, peningkatan kualitas komunikasi pasangan, optimalisasi mediasi keluarga, serta penguatan ketahanan ekonomi rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa maqāṣid al-syarī‘ah tidak hanya berfungsi sebagai landasan normatif hukum keluarga Islam, tetapi juga sebagai instrumen preventif yang mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah serta mengurangi potensi terjadinya perceraian dalam masyarakat Muslim.