Zulkifli M
Sekolah Tinggi Agana Islam Darud Dakwah Wal-Irsyad Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penjaga Ruang Hidup; Mitigasi Risiko terhadap Ekspansi Ekstraktivisme melalui Lensa Ekofeminisme di Kabupaten Bone Bolango, Indonesia Zulkifli M; Hijrah Lahaling; Fitria Nugrah Madani; Kindom Makkulawuzar; Arhjayati Rahim
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.631

Abstract

Perluasan aktivitas ekstraktivisme berskala besar di Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, yang merupakan kawasan Taman Nasional, telah mengganggu keseimbangan lingkungan dan menimbulkan dampak sosial-ekologis yang luas. Kondisi ini mengancam mata pencaharian dan ruang hidup masyarakat, dengan perempuan menanggung beban risiko yang tidak proporsional. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana perempuan di wilayah terdampak menyadari mitigasi risiko dalam menghadapi perluasan wilayah pertambangan oleh PT Gorontalo Mineral. Kajian ini menggunakan perspektif teoretis ekofeminisme yang menekankan keterkaitan antara keseimbangan lingkungan dan kehidupan perempuan. Perempuan menjadi pihak yang pertama dan paling merasakan dampak perubahan lingkungan akibat perusakan hutan serta pencemaran air dan tanah, namun masih minim dilibatkan dalam upaya mitigasi. Penelitian menggunakan metode Feminist Participatory Action Research (FPAR) melalui diskusi desa, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan 35 anggota masyarakat di Desa Pangi dan Desa Tulabolo serta para pemangku kepentingan. Temuan menunjukkan bahwa perempuan merupakan kelompok paling rentan akibat aktivitas pertambangan, ditandai dengan meningkatnya beban domestik, berkurangnya akses terhadap air dan lahan pertanian, serta terpinggirkannya mereka dari tata kelola sumber daya alam. Penelitian juga mengidentifikasi hubungan antara aktivitas ekstraktif dengan meningkatnya pekerja anak, pernikahan dini, angka putus sekolah, dan ketidakstabilan rumah tangga. Melalui refleksi partisipatif, perempuan membangun kesadaran kolektif dan strategi perlindungan ruang hidup. Studi ini menegaskan pentingnya pengetahuan yang dihayati perempuan bagi perlindungan lingkungan berbasis komunitas dan tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.