Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APLIKASI METODE LEAST SQUARE PADA PEMODELAN PASANG SURUT DI PERAIRAN PEMANGKAT Qalbi Hafiyyan; Puspita Rahmasari; Wiwik Wiharti; Putri Yusella; Riza Aulia; Daslin S.J.L. Tobing
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v15i1.12530

Abstract

Perairan Pemangkat yang terletak di Kalimantan Barat merupakan kawasan pesisir dengan berbagai aktivitas seperti perikanan, pelayaran, dan pembangunan infrastruktur. Aktivitas-aktivitas tersebut sangat rentan dipengaruhi oleh pasang surut. Dengan demikian, pengetahuan dan pemahaman karakteristik pasang surut pada perairan pemangkat menjadi sangat penting. Pendekatan yang dapat dilakukan untuk memahami karakteristik pasang surut adalah pemodelan pasang surut dengan metode least square. Pendekatan ini umum digunakan karena mampu memberikan hasil yang akurat. Pada penelitian ini, pasang surut dimodelkan berdasarkan data observasi pasang surut sepanjang 15 hari dengan luaran berupa amplitudo dan fase 9 komponen harmonik. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa komponen harmonik M2 menjadi komponen harmonik dengan nilai tertinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa efek gravitasi bulan sangat mempengaruhi karakteristik pasang surut perairan Pemangkat. Selain itu, penelitian ini juga memberikan nilai bilangan formzahl sebesar 0,955. Hal tersebut menunjukkan bahwa tipe pasang surut perairan Pemangkat adalah campuran cenderung harian ganda, dimana perairan mengalami pasang dan surut masing-masing dua kai dengan ketinggian yang berbeda. Selanjutnya, amplitudo dari komponen harmonik juga digunakan untuk menghitung elevasi muka air penting meliputi MHWL, HHWL, MSL, LHWL, dan LLWL. Adapun, nilai dari kelima elevasi tersebut adalah -0,525 m untuk LLWL, -0,329 m untuk MHWL, 0,555 m untuk MSL, 1,439 m untuk MHWL, dan 1,635 m untuk HHWL. Akhirnya, penelitian ini diproyeksikan bisa menjadi referensi dalam merencanakan berbagai aspek di perairan pemangkat, seperti pelayaran dan infrastruktur.
Design of Reinforced Concrete Structure for The Earthquake-Resistant 9-Story Green Hexa Hotel Using a Dual System in Pontianak: Perancangan Struktur Beton Bertulang Gedung Hotel Green Hexa 9 Lantai Tahan Gempa Dengan Menggunakan Sistem Ganda di Kota Pontianak Puspita Rahmasari; Asha Nikita Putri; Rizaldi; Iwan Supardi
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 7 No 1 (2025): Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v7n1.p31-40

Abstract

Pontianak City is undergoing substantial growth in the tourism sector, as evidenced by the increasing number of tourists annually, making the presence of hotels increasingly crucial. From 2011 to 2019, West Kalimantan itself experienced six earthquakes, making earthquake-resistant building planning a necessity as a mitigation against earthquake disasters. This research aims to obtain a safe and comfortable design for an earthquake-resistant hotel building in Pontianak based on SNI 1726: 2019. The Green Hexa Hotel consists of 9 floors with a total height of 36 m and an area of 1286 m2 using a reinforced concrete structure. The building is designed using SRPMM combined with shear walls. The loading refers to SNI 1727:2020. The structural analysis using ETABS and 2D working drawings using AutoCAD software. All structural components are designed using concrete with the fc' 30 MPa and fy 420 MPa rebar. The design results include a 150 mm solid slab floor and a 120 mm floor slab; 6 types of beams, BI.1 35cmx65cm, BA.1 30cmx50cm, BI.2 30cmx55cm, BA.2 24cmx45cm, elevator beam 24cmx45cm, landing beam 24cmx45cm; 2 types of columns, K.1 60cmx60cm, K.2 40cmx40cm, a type of 30 cm shear wall; 7 types of foundations, P.1 140cmx140cmx50cm, P.2 140cmx260cmx50cm, P.3 260cmx260cmx60cm.