ABSTRACT Pernikahan dini masih menjadi permasalahan serius di Kota Pekanbaru, sebagai respons atas permasalahan tersebut, pemerintah melalui BKKBN meluncurkan Program Generasi Berencana (GenRe) yang bertujuan membina remaja agar terhindar dari risiko pernikahan dini. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan antara tingkat pengetahuan remaja terhadap Program GenRe dengan sikap mereka dalam menghindari pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan tentang Program GenRe terhadap sikap menghindari pernikahan dini pada remaja di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana. Sampel terdiri dari 30 remaja berusia 15–24 tahun yang pernah terlibat dalam kegiatan Program GenRe, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang terdiri atas tes pengetahuan 14 butir pilihan ganda dan skala sikap 10 butir pernyataan dengan Skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji normalitas residual, uji korelasi Spearman's rho, uji ANOVA, serta uji koefisien regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan Program GenRe tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sikap menghindari pernikahan dini dengan nilai signifikansi sebesar 0,060 yang berada di atas ambang batas 0,05, sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,121 menunjukkan bahwa pengetahuan Program GenRe hanya mampu menjelaskan 12,1% perubahan sikap menghindari pernikahan dini, sedangkan 87,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, pengaruh teman sebaya, kondisi sosial ekonomi, dan nilai budaya setempat. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pencegahan pernikahan dini perlu diperluas melampaui sekadar transfer pengetahuan, dengan melibatkan pendekatan yang lebih komprehensif Keywords: Early Marriage, GenRe Program, Knowledge, Adolescent Attitudes.