Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang unggul dan berkarakter. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembinaan kader ulama untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi keislaman dan kemampuan berdakwah. Pondok Pesantren Islamic Center Muhammadiyah Kinali menyelenggarakan program unggulan kader ulama sebagai sarana pembentukan kompetensi da’i muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pembinaan program unggulan kader ulama dalam membentuk kompetensi da’i muda serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembinaan program unggulan kader ulama dilaksanakan secara terstruktur dan berkesinambungan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program pembinaan meliputi kegiatan tahfidz Al-Qur’an, kajian Islami, bahasa Arab, dan muhadharah dengan menerapkan metode keteladanan, pembiasaan, hafalan, nasihat, latihan/praktik, serta perhatian dan pemantauan perkembangan santri. Evaluasi dilakukan melalui penilaian perkembangan santri pada setiap kegiatan dan penilaian langsung dari masyarakat melalui kegiatan Safari Ramadan dan Madrasah Diniyah (Madin). Program ini bertujuan membentuk kompetensi da’i muda yang mencakup kemampuan menghafal Al-Qur’an, penguasaan keilmuan Islam, kemampuan bahasa Arab, dan keterampilan komunikasi. Faktor pendukung program meliputi minat santri, bakat dan potensi individu, lingkungan pesantren yang kondusif, serta sarana dan prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambatnya adalah rendahnya minat dan motivasi sebagian santri, perbedaan latar belakang dan karakter individu, kejenuhan dalam mengikuti program, serta keterbatasan strategi pembinaan yang kreatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa program unggulan kader ulama dapat menjadi model pembinaan yang efektif dalam membentuk kompetensi da’i muda.