Pembelajaran thaharah di pesantren umumnya masih berorientasi pada pemahaman tekstual kitab fikih sehingga santri mengalami kesulitan dalam menghubungkan materi dengan realitas kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengaitkan materi ajar dengan pengalaman nyata peserta didik agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi materi ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada materi thaharah berbasis kontekstual dalam Kitab Fathul Qarib di Pesantren Ummul Ayman, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman dan praktik thaharah santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran thaharah berbasis kontekstual dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang mengintegrasikan materi Kitab Fathul Qarib dengan pengalaman nyata santri. Pembelajaran dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung sehingga meningkatkan keterlibatan santri dalam proses pembelajaran. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, lingkungan pesantren yang kondusif, dan ketersediaan sumber belajar, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan santri, dan minimnya media pembelajaran pendukung. Implementasi pembelajaran berbasis kontekstual terbukti meningkatkan pemahaman, keterampilan praktik, dan kesadaran santri dalam menerapkan konsep thaharah sesuai tuntunan syariat Islam.