Selvianti Kaawoan
IAIN Sultan Amai Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksistensi Program Cinta Sholat dalam Pembiasaan Disiplin Beribadah (Sholat) di SMP Islam Terpadu Lukmanul Hakim Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Indah Dwiyana; Buhari Luneto; Selvianti Kaawoan; Geischa Cicilia Mokoagow
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8770

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksistensi Program Cinta Sholat dalam pembiasaan disiplin beribadah peserta didik di SMP Islam Terpadu Lukmanul Hakim Limboto Barat Kabupaten Gorontalo. Program ini penting karena pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mentransfer pengetahuan agama, tetapi juga membentuk kedisiplinan ibadah melalui budaya sekolah yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Cinta Sholat, menganalisis dampaknya terhadap perilaku beribadah siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru PAI, petugas Cinta Sholat, dan siswa, serta dokumentasi kegiatan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Cinta Sholat hadir sebagai sistem pembiasaan religius harian yang terstruktur melalui pelantikan petugas dari kalangan siswa, pembagian tugas yang jelas, dan pengawasan pelaksanaan sholat dzuhur serta asar berjamaah. Program ini mendorong ketepatan waktu, tanggung jawab, saling mengingatkan antar teman, dan tumbuhnya kesadaran ibadah pada sebagian siswa. Namun, program juga menyisakan tantangan berupa kepatuhan semu karena takut sanksi, tekanan sosial antar teman, keterbatasan keran wudhu, dan kurangnya fasilitas pendingin di masjid. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa pembiasaan disiplin ibadah perlu menyeimbangkan ketegasan aturan, pendampingan spiritual yang persuasif, kepemimpinan teman sebaya, dan dukungan fasilitas ibadah yang memadai.