Penelitian ini mengkaji pengaruh metode debat terhadap daya kritis berargumentasi peserta didik pada mata pelajaran Fikih di MAN 1 Kotamobagu. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengubah pembelajaran Fikih yang masih cenderung berpusat pada guru menjadi proses belajar aktif yang melatih peserta didik menganalisis persoalan hukum Islam, menyusun argumen berbasis dalil, serta menanggapi perbedaan pendapat secara rasional dan santun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis ex post facto dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 70 peserta didik kelas XI IPA dan IPS yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert sebanyak 40 butir yang mengukur variabel metode debat dan daya kritis berargumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linier sederhana, dan uji t parsial dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode debat berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 64,03, sedangkan daya kritis berargumentasi peserta didik memperoleh nilai rata-rata 65,14. Data berdistribusi normal dan hubungan kedua variabel bersifat linear. Analisis regresi menghasilkan koefisien positif sebesar 0,813, sementara uji t menunjukkan t-hitung 11,671 lebih besar daripada t-tabel 1,995 dengan signifikansi 0,000. Dengan demikian, metode debat berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya kritis berargumentasi peserta didik. Temuan ini mengimplikasikan bahwa debat dapat dijadikan strategi pembelajaran Fikih yang efektif untuk memperkuat penalaran, argumentasi, dan pemahaman keagamaan yang bertanggung jawab.