Fakhrun Nisa
UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keterkaitan Evaluasi Pembelajaran Dan Progam Tindak Lanjut Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Fakhrun Nisa; Salwa Durrotun Nashah; Maya chairunnisa; Muhammad Ridho; Ma’mun Hanif
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i4.8888

Abstract

Pergeseran paradigma dalam dunia pendidikan saat ini menuntut sistem penilaian yang tidak lagi sekadar berorientasi pada angka, melainkan pada pemahaman proses belajar siswa secara menyeluruh. Sayangnya, integrasi antara evaluasi pembelajaran dan program tindak lanjut di lapangan sering kali belum berjalan optimal akibat kendala waktu serta beban administrasi pendidik. Padahal, tanpa adanya tindakan konkret yang berkelanjutan, proses evaluasi akan kehilangan esensinya sebagai instrumen perbaikan mutu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan evaluasi pembelajaran, mengidentifikasi ragam program tindak lanjut, serta menganalisis keterkaitan mendalam di antara keduanya dalam memacu peningkatan hasil belajar siswa. Melalui metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi, paparan, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan evaluasi yang matang—melalui perumusan tujuan, penyusunan kisi-kisi, dan pembuatan soal yang valid—menjadi fondasi utama dalam mengukur capaian siswa secara objektif. Pelaksanaan berbagai bentuk penilaian, baik diagnostik, formatif, maupun sumatif, mampu memberikan potret perkembangan kompetensi siswa secara berkala. Lebih lanjut, pemanfaatan hasil penilaian yang diwujudkan secara nyata melalui program remedial, pengayaan, dan pembenahan strategi mengajar oleh guru terbukti memberikan dampak positif yang signifikan. Sinergi yang kokoh antara evaluasi yang tepat dan tindak lanjut yang terarah menjadi kunci utama dalam mendorong motivasi serta mengoptimalkan pencapaian hasil belajar siswa pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Aktualisasi Konsep Akhlak Mahmudah Dan Mazmumah Dalam Membentuk Etika Bermedia Sosial Siswa Fakhrun Nisa; Aenun Mutoharoh; Nidhya Risthy Ramadhani; Nur Azka Dhiyaul Aulia; Mohammad Syaifuddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i4.9450

Abstract

Perkembangan media sosial sebagai bagian dari transformasi teknologi digital telah memengaruhi pola komunikasi dan interaksi sosial masyarakat secara signifikan. Di samping memberikan kemudahan dalam memperoleh serta menyebarluaskan informasi, media sosial juga memunculkan berbagai persoalan etika, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, ghibah, fitnah, dan perundungan siber. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktualisasi konsep akhlak mahmudah dan akhlak mazmumah dalam membentuk etika bermedia sosial berdasarkan perspektif Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur’an, hadis, buku, dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi akhlak mahmudah dalam media sosial tercermin melalui penerapan nilai tabayyun, amanah, tanggung jawab, kesantunan berkomunikasi, toleransi, tawadhu’, dan husnuzan. Sebaliknya, akhlak mazmumah termanifestasi dalam perilaku penyebaran hoaks, ghibah, fitnah, serta ujaran kebencian yang berdampak pada menurunnya kualitas komunikasi digital, terganggunya hubungan sosial, dan melemahnya nilai-nilai moral masyarakat. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai akhlak Islam melalui pendidikan, literasi digital, keteladanan, dan pembiasaan refleksi diri menjadi langkah strategis dalam membentuk etika bermedia sosial yang bertanggung jawab, santun, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.