Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu pelayanan kesehatan yang bertujuan mencegah terjadinya cedera akibat kesalahan dalam proses pelayanan. Implementasi keselamatan pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan. Rendahnya pemahaman serta sikap yang kurang mendukung terhadap budaya keselamatan pasien dapat meningkatkan risiko terjadinya insiden keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap petugas dengan pelaksanaan keselamatan pasien di Rumah Sakit Wakai Kabupaten Tojo Una-Una. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di Rumah Sakit Wakai Kabupaten Tojo Una-Una sebanyak 32 orang yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (53,1%) dan sikap tidak patuh terhadap keselamatan pasien (56,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pelaksanaan keselamatan pasien (p < 0,001). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan pelaksanaan keselamatan pasien (p < 0,001). Pengetahuan dan sikap petugas berhubungan secara signifikan dengan pelaksanaan keselamatan pasien di Rumah Sakit Wakai Kabupaten Tojo Una-Una. Peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan, disertai penguatan budaya keselamatan pasien, perlu dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap implementasi keselamatan pasien dan meminimalkan terjadinya insiden keselamatan pasien.