Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memicu transformasi besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan jenis media digital dalam pembelajaran PAI, strategi perencanaan yang diterapkan oleh guru, dampaknya terhadap penguatan karakter religius siswa generasi Z dan Alfa, serta peluang dan tantangan dalam implementasinya. Pendekatan telaah konseptual dan teoretis digunakan untuk menyintesis pemikiran dari berbagai literatur terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi media digital resmi (seperti Learning Management System dan aplikasi Al-Qur'an digital) serta media non-resmi (seperti YouTube, Instagram, dan TikTok) efektif dalam mengubah metode pengajaran PAI tradisional menjadi lebih progresif dan berpusat pada siswa. Pemanfaatan media ini memberikan dampak positif yang signifikan pada dua aspek: meningkatkan pemahaman teologis yang rumit (ranah kognitif) dan menginternalisasi nilai-nilai akhlak secara alami tanpa indoktrinasi yang kaku (ranah afektif) melalui pembiasaan rutin dan konten kontekstual. Strategi perencanaan yang sukses meliputi penetapan tujuan yang terukur, penerapan model blended learning, integrasi penilaian reflektif digital, serta peningkatan kompetensi teknologi guru. Meskipun demikian, implementasi ini dihadapkan pada peluang besar seperti peningkatan aksesibilitas global dan literasi digital keagamaan, sekaligus tantangan berat yang meliputi keterbatasan infrastruktur jaringan di daerah terpencil, kesenjangan kompetensi digital guru, serta urgensi kurasi autentisitas (sanad keilmuan) konten keagamaan demi menghindari paparan hoaks, radikalisme, dan polarisasi. Studi ini menyimpulkan bahwa sinergi antara sekolah, guru yang adaptif, dan pengawasan orang tua menjadi kunci utama dalam memanfaatkan ekosistem digital untuk mencetak generasi Muslim abad ke-21 yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual.