Saeful Anwar
IAILM Suryalaya, Tasikmalaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAIBP Risa Rosita; Moh.Yusup SJ; Saeful Anwar; Agus Samsul Bassar
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2026): THORIQOTUNA:
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan sebuah kebijakan pendidikan baru yang menekankan pada pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik, diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan motivasi belajar peserta didik. Latar belakang masalah menunjukkan adanya fenomena penurunan motivasi belajar seperti kebosanan, ketidakhadiran saat pembelajaran, dan kurangnya partisipasi peserta didik dalam pelajaran PAIBP, yang diindikasikan oleh metode pembelajaran yang belum interaktif dan dampak learning loss serta motivation loss pasca pandemi. Kondisi ini menimbulkan masalah dalam pembelajaran sehingga berdampak pada motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik. Kurikulum Merdeka diperkenalkan sebagai solusi, menekankan pada pembelajaran berbasis proyek, pengembangan soft skill dan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila, fokus pada materi esensial, serta fleksibilitas bagi guru dalam menyesuaikan pengajaran dengan kebutuhan dan potensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) di Kelas X SMA Serba Bakti Suryalaya tahun ajaran 2024-2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka di kelas X berada pada kategori "Tinggi" dengan nilai rata-rata 59,42, sementara motivasi belajar peserta didik termasuk kategori "Sangat Tinggi" dengan nilai rata-rata 80,42. Terdapat pengaruh positif yang "Tinggi" antara Kurikulum Merdeka dan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PAIBP, dengan nilai korelasi sebesar 0,692. Kurikulum Merdeka mampu menjelaskan sebesar 47,9% dari pengaruh terhadap motivasi belajar, sementara 52,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Jadi implementasi kurikulum merdeka memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PAIBP meskipun ada faktor lain yang lebih dominan dalam memengaruhi motivasi belajar.
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Panahan Ula Nur Azizah; Ase Kurniawan; Saeful Anwar
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2025): THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpangan nilai karakter yang sering terjadi di era digital seperti saat ini adalah menjadikan penggunanya lebih bersifat apatis dan individualisme. Hal ini tidak terjadi pada orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak. Mereka lebih memilih menyelami dunia digital tanpa peduli dengan lingkungan sekitar. Lebih banyak bersentuhan dengan gadget daripada harus bertemu dan berinteraksi dengan teman sebaya yang berada di lingkungannya. Hal tersebut menjadi tugas bersama keluarga atau orang tua, sekolah, dan masyarakat, agar anak tersebut tidak terkontaminasi dampak negatif dari era digitalisasi yang ada saat ini. Pendidikan karakter ialah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral dan akhlak, sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik. Pelaksanaan program ekstrakurikuler panahan di sekolah SMKIT Abu Dzar merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik yang bertujuan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui kegiatan yang terstruktur. Program ini dirancang sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan mempersiapkan peserta didik di SMKIT Abu Dzar menjadi sumber daya manusia yang berkarakter. Implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan panahan dilaksanakan berdasarkan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan mencakup penentuan manfaat, tujuan, pembina, dan materi pelatihan. Pengorganisasian melibatkan pembagian tugas dan wewenang untuk mencapai tujuan program. Pelaksanaan dilakukan setiap hari Sabtu di lapangan sekolah, sementara evaluasi mencakup aspek kehadiran, ketangkasan, ketepatan, keberanian, dan keterampilan. Program panahan ini berhasil menanamkan nilai-nilai karakter seperti spiritualitas, disiplin, kerja keras, kemandirian, penghargaan terhadap prestasi, dan sikap bersahabat/komunikatif. Karakter ini tercermin dalam kebiasaan sehari-hari peserta didik di sekolah, yang berkembang melalui praktik berulang sehingga menjadi bagian dari kehidupan mereka serta nilai-nilai karakter yang ditanamkan berdampak positif baik bagi diri peserta didik.