Achmad Amin Zuhdi
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH NABR TERHADAP MAKNA SURAH AL-JĀṠIYAH AYAT 27–37: ANALISIS FONETIK TILAWAH SYAIKH YASSER Al-DOSARI Achmad Amin Zuhdi; Faizurrizqi; Lina Marlina
Al-Maraji' : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Maraji': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/28w8t693

Abstract

Abstract The study of nabr (stress) in Qur’anic recitation remains relatively limited compared to other phonetic aspects, despite its important role in conveying meaning. This study aims to identify the placement of nabr and analyze its influence on meaning in the recitation of Surah Al-Jāṡiyah verses 27–37 by Shaykh Yasser Al-Dosari. The research employed a descriptive qualitative method with a phonetic-semantic approach. Data were collected from the audio recording of the recitation through observation, repeated listening, transcription, and documentation techniques. The findings reveal that most instances of nabr belong to the category of nabr al-jumlah (sentence stress), while several words exhibit a combination of nabr al-kalimah and nabr al-jumlah. The use of nabr strengthens the meaning of the Hereafter, emphasizes warnings directed at disbelievers, creates emotional effects, and reinforces the glorification of Allah. In conclusion, nabr functions not only as a phonetic feature but also as a semantic instrument that enhances the delivery and understanding of Qur’anic messages in recitation. Keywords: Arabic phonetics; nabr; Qur’anic recitation; semantics; Surah Al-Jāṡiyah   Abstrak Kajian mengenai nabr (tekanan) dalam tilawah Al-Qur’an masih relatif terbatas dibandingkan aspek fonetik lainnya, padahal unsur ini memiliki peran penting dalam penyampaian makna ayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi letak nabr dan menganalisis pengaruhnya terhadap makna dalam tilawah Surah Al-Jāṡiyah ayat 27–37 yang dibacakan oleh Syaikh Yasser Al-Dosari. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fonetik-semantik. Data penelitian berupa rekaman audio tilawah yang dikumpulkan melalui teknik observasi, penyimakan berulang (repeated listening), transkripsi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar nabr yang ditemukan termasuk kategori nabr al-jumlah (tekanan kalimat), sedangkan beberapa kata memperlihatkan perpaduan antara nabr al-kalimah dan nabr al-jumlah. Penggunaan nabr berperan dalam memperkuat makna hari akhir, menegaskan ancaman bagi orang-orang kafir, membangun efek emosional, serta menguatkan makna pengagungan kepada Allah. Dengan demikian, nabr tidak hanya berfungsi sebagai unsur fonetik, tetapi juga sebagai instrumen semantik yang membantu memperjelas dan memperkuat pesan Al-Qur’an dalam proses tilawah. Kata Kunci: fonetik Arab; nabr; semantik; Surah Al-Jāṡiyah; tilawah Al-Qur’an
ANALISIS PEMIKIRAN CHARLES BALLY DAN AMIN AL-KHULY DALAM STILISTIKA MODERN Achmad Amin Zuhdi; Apip Ansurulloh Sidiq; Rizzaldy Satria Wiwaha
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16924

Abstract

ABSTRACT This article examines the ideas of two prominent scholars in stylistics from different intellectual traditions: Charles Bally, representing the European linguistic tradition, and Amin Al-Khuly, representing the tradition of Arabic literary criticism. Using a comparative-analytical approach, this study explores the core concepts developed by each scholar, including Bally’s concept of affective value and Al-Khuly’s principle of manhaj al-adabi (literary method). The findings indicate that despite their different intellectual backgrounds and contexts, both scholars share significant epistemological commonalities, particularly in their emphasis on the relationship between language, expression, and culture. This study contributes to the development of comparative stylistics in the Indonesian academic context while fostering scholarly dialogue between Western and Arabic stylistic traditions in contemporary language and literary studies. Keywords: stylistics, Charles Bally, Amin Al-Khuly, affective value, manhaj al-adabi, linguistics ABSTRAK Artikel ini mengkaji pemikiran dua tokoh stilistika yang berasal dari tradisi intelektual berbeda, yakni Charles Bally dari tradisi linguistik Eropa dan Amin Al-Khuly dari tradisi kritik sastra Arab. Melalui pendekatan komparatif-analitis, kajian ini menelusuri konsep-konsep inti yang dibangun oleh masing-masing tokoh, termasuk gagasan affective value dalam stilistika Bally dan prinsip manhaj al-adabi (metode sastra) dalam pemikiran Al-Khuly. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun keduanya bertolak dari tradisi dan konteks yang berbeda, terdapat titik-titik pertemuan epistemologis yang signifikan, terutama dalam hal penekanan terhadap hubungan antara bahasa, ekspresi, dan kebudayaan. Kajian ini berkontribusi pada pengembangan stilistika komparatif di lingkungan akademik Indonesia, sekaligus membuka ruang dialog antara tradisi stilistika Barat dan Arab dalam konteks kajian bahasa dan sastra kontemporer. Kata Kunci: stilistika, Charles Bally, Amin Al-Khuly, affective value, manhaj al-adabi, linguistik