Islaeli Islaeli
Dosen Program Studi S1 Keperawatan Universitas Mandala Waluya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Perawat dalam Manajemen Luka Kronik Berbasis Pendekatan Holistik dan Edukasi Pasien: Tinjauan Literatur Didit Kurniawan; Muh.Yusuf Ryza Alhabsyi; Waode Harfianti; Nita Erlina; Antiska Treaspuji; Wingki Wingki; Islaeli Islaeli
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1400

Abstract

Perawatan luka merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan mempercepat proses penyembuhan, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, metode perawatan luka telah mengalami transformasi dari pendekatan tradisional menjadi pendekatan modern berbasis evidence-based practice. Berbagai inovasi, seperti moist wound healing, negative pressure wound therapy (NPWT), dan smart dressing, telah dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas penyembuhan luka. Selain itu, kolaborasi interprofesional, edukasi pasien, dan pemanfaatan terapi alami seperti madu juga menjadi bagian penting dalam perawatan luka modern. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan melakukan sintesis terhadap berbagai hasil penelitian yang membahas perkembangan dan efektivitas perawatan luka modern. Literatur yang dianalisis mencakup penelitian mengenai penggunaan teknologi perawatan luka, kolaborasi tim kesehatan, edukasi pasien, terapi madu pada ulkus diabetikum, serta pengaruh perawatan luka intensif terhadap kualitas hidup pasien dengan luka kronik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa perawatan luka modern memberikan manfaat yang signifikan dalam proses penyembuhan luka. Penggunaan metode moist wound healing, NPWT, dan smart dressing terbukti mampu meningkatkan kecepatan penyembuhan dibandingkan metode konvensional. Kolaborasi antara tenaga medis dan perawat berpengaruh positif terhadap kualitas perawatan luka pascaoperasi. Edukasi kesehatan juga meningkatkan kemampuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan luka kronik secara mandiri di rumah. Selain itu, terapi madu pada pasien ulkus diabetikum terbukti efektif dalam mempercepat penyembuhan serta mencegah infeksi melalui aktivitas antibakteri alami. Pasien yang mendapatkan perawatan intensif di klinik luka menunjukkan kualitas hidup yang lebih baik, terutama pada aspek fisik dan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan perawatan luka tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi modern, tetapi juga oleh kolaborasi multidisiplin dan keterlibatan aktif pasien dalam proses perawatan. Penerapan teknologi seperti moist wound healing, NPWT, dan smart dressing mampu menciptakan lingkungan luka yang optimal sehingga mempercepat regenerasi jaringan. Di sisi lain, edukasi berkelanjutan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap perawatan yang diberikan. Terapi madu dapat menjadi alternatif yang efektif dan ekonomis dalam penanganan ulkus diabetikum. Dengan demikian, integrasi teknologi, terapi inovatif, edukasi, dan kerja sama interprofesional merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas perawatan luka, mencegah komplikasi, serta mendukung kesejahteraan pasien secara holistik.
Peran Perawat Dalam Manajemen Luka Bakar: Literatur Review Karaeng Nur Aprilia; Ratmin Ratmin; Litany Nurulhidjah; Wa Anja; Sitti Vizanti; Islaeli Islaeli
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1402

Abstract

Luka bakar merupakan masalah kesehatan global yang memiliki dampak luas terhadap aspek fisik, psikologis, dan sosial pasien, sehingga membutuhkan manajemen keperawatan yang komprehensif. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menetahui bagaimana peran perawat dalam manajemen luka bakar berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif melalui pencarian artikel pada Google Scholar dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait perawatan luka bakar dan peran perawat. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perawat memiliki peran sentral dalam penilaian derajat luka bakar, pencegahan infeksi, perawatan luka aseptik, pengendalian nyeri, serta dukungan psikososial bagi pasien. Selain itu, edukasi kepada keluarga khususnya terkait pertolongan pertama pada luka bakar anak dan dewasa terbukti meningkatkan pengetahuan dan mencegah penanganan awal yang keliru. Peran perawat dalam kolaborasi multidisiplin juga terbukti berkontribusi pada peningkatan hasil klinis seperti penyembuhan luka yang lebih cepat, penurunan tingkat infeksi, dan pemulihan psikososial yang lebih baik. Secara keseluruhan, tinjauan ini menegaskan bahwa perawat merupakan komponen kunci dalam manajemen luka bakar yang holistik dan berbasis bukti, sehingga penguatan kompetensi dan pendidikan berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas perawatan.
Efektivitas Reposisi dalam Pencegahan Luka Tekan pada Pasien Immobilisasi:Literature Review Egis Widiya Saputri; Reni Saddiah; Jeniarsi Jeniarsi; Junuarti Junuarti; Muh. Khairul Anwar; Islaeli Islaeli
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1433

Abstract

Luka tekan (pressure ulcer) merupakan komplikasi serius yang kerap terjadi pada pasien dengan kondisi immobilisasi akibat tekanan berkepanjangan pada area tubuh tertentu yang menyebabkan iskemia jaringan dan kerusakan integritas kulit. Kondisi ini berdampak pada peningkatan morbiditas, lama rawat inap, serta biaya perawatan. Upaya pencegahan luka tekan menjadi prioritas dalam asuhan keperawatan, dan salah satu intervensi utama yang terbukti efektif ialah perubahan posisi (repositioning) secara teratur. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan melakukan pencarian artikel melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci "pressure ulcer prevention", "repositioning", dan "immobilized patients". Artikel yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 9 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan posisi secara berkala, khususnya setiap dua jam, efektif dalam menurunkan risiko luka tekan dengan cara meredistribusi tekanan dan memperlancar perfusi jaringan. Efektivitas reposisi meningkat bila dikombinasikan dengan intervensi lain seperti penggunaan kasur bertekanan rendah, perawatan kulit dengan Virgin Coconut Oil, serta edukasi pasien dan keluarga. Selain itu, penerapan pendekatan multifaktorialmeliputi reposisi, penilaian risiko, manajemen nutrisi, dan dukungan teknologi menunjukkan hasil pencegahan yang lebih optimal. Secara keseluruhan, reposisi merupakan intervensi keperawatan yang sederhana namun krusial dalam pencegahan luka tekan pada pasien immobilisasi. Implementasi reposisi yang konsisten dan berbasis penilaian risiko menjadi komponen fundamental dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien.