Luka tekan (pressure ulcer) merupakan komplikasi serius yang kerap terjadi pada pasien dengan kondisi immobilisasi akibat tekanan berkepanjangan pada area tubuh tertentu yang menyebabkan iskemia jaringan dan kerusakan integritas kulit. Kondisi ini berdampak pada peningkatan morbiditas, lama rawat inap, serta biaya perawatan. Upaya pencegahan luka tekan menjadi prioritas dalam asuhan keperawatan, dan salah satu intervensi utama yang terbukti efektif ialah perubahan posisi (repositioning) secara teratur. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan melakukan pencarian artikel melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci "pressure ulcer prevention", "repositioning", dan "immobilized patients". Artikel yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 9 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan posisi secara berkala, khususnya setiap dua jam, efektif dalam menurunkan risiko luka tekan dengan cara meredistribusi tekanan dan memperlancar perfusi jaringan. Efektivitas reposisi meningkat bila dikombinasikan dengan intervensi lain seperti penggunaan kasur bertekanan rendah, perawatan kulit dengan Virgin Coconut Oil, serta edukasi pasien dan keluarga. Selain itu, penerapan pendekatan multifaktorialmeliputi reposisi, penilaian risiko, manajemen nutrisi, dan dukungan teknologi menunjukkan hasil pencegahan yang lebih optimal. Secara keseluruhan, reposisi merupakan intervensi keperawatan yang sederhana namun krusial dalam pencegahan luka tekan pada pasien immobilisasi. Implementasi reposisi yang konsisten dan berbasis penilaian risiko menjadi komponen fundamental dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien.