Ista Ramadani
Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Mandala Waluya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aplikasi Woebot Pada Individu Yang Mengalami Kecemasan: Literature Review Ista Ramadani; Habiba Nur Aini; Musdalifah Diye Juliana; Yuyun Rahayu; Sinta Sinta; Nabila Nur Az-Zahra Murad; Nur Anita; Valni Valni; Andi Annisa Aulia Zahra; Merry Pongdatu
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1496

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang banyak dialami oleh berbagai kelompok usia dan dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup individu. Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan berbagai inovasi dalam layanan kesehatan mental, salah satunya adalah aplikasi Woebot yang berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Literature review ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan aplikasi Woebot pada individu yang mengalami kecemasan. Penelusuran literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci “Woebot”, “anxiety”, “mental health”, “chatbot”, dan “cognitive behavioral therapy”. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan lolos penilaian kualitas (quality appraisal) dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Woebot berpotensi membantu menurunkan tingkat kecemasan, stres, dan kelelahan psikologis, serta meningkatkan resiliensi, kemampuan koping, dan kesadaran emosional pengguna. Efektivitas tersebut didukung oleh penerapan prinsip CBT yang disampaikan melalui interaksi percakapan berbasis kecerdasan buatan secara real-time. Selain itu, Woebot memiliki tingkat penerimaan yang baik karena mudah diakses, fleksibel, dan mampu memberikan dukungan psikologis awal secara anonim. Namun demikian, beberapa keterbatasan masih ditemukan, seperti kurangnya empati emosional dibandingkan interaksi manusia, isu privasi dan keamanan data, serta perlunya adaptasi budaya pada berbagai kelompok pengguna. Berdasarkan hasil literature review, Woebot dapat menjadi intervensi digital pendamping yang potensial dalam mendukung pengelolaan kecemasan serta upaya promotif dan preventif kesehatan mental. Namun, penggunaannya tetap perlu dikombinasikan dengan layanan kesehatan mental profesional, terutama pada individu dengan tingkat kecemasan yang lebih kompleks.